Berita

Arief Poyuono/Net

Hukum

Buntut OTT KPK, Semua Jajaran Direksi Krakatau Steel Harus Dicopot

MINGGU, 24 MARET 2019 | 17:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Direktur Teknologi PT Krakatau Steel (KS) Wisnu Kuncoro harus disikapi secara serius oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono bahkan mendesak agar semua jajaran direksi dan komisaris PT KS dicopot sebagai buntut dugaan suap kasus Wisnu.

Menurutnya, tidak mungkin sebuah kejahatan pengaturan proyek di BUMN hanya melibatkan satu direksi saja.


“Biasanya mereka ini berkomplot dan kebetulan saja mungkin yang Wisnu Kuncoro yang mendapatkan tugas dalam pengaturan pengadaan barang. Jika mulus tanpa ditangkap KPK, maka hasilnya dibagi bagi ke direksi lainnya,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3).

Selain itu, kasus Wisnu juga menjadi bukti kegagalan dirut dan jajaran komisaris dalam mengelola Krakatau Steel yang profesional dan menganut tata kelola perusahaan yang transfaran dan bersih dari korupsi.

Terlebih PT KS merupakan BUMN yang sudah go public dan sistem pengadaan barang dan jasanya dilakukan secara transparan menggunakan e-Procurement. Sistem tersebut selama ini diyakini akan menyulitkan para tender untuk mengatur hasil lelang barang dan jasa.

“Menteri BUMN sudah dicoreng wajahnya. Jadi harus mencopot semua direksi dan komisaris PT KS. Segera gelar RUPS luar biasa dengan agenda mencopot semua direksi dan komisrais PT KS,” tekan wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Sementara kepada para direktu utama dan direksi PT KS yang lain, Arief meminta untuk tidak berpura-pura kaget atas kasus Wisnu.

“Tapi harus intropeksi dan datangi KPK kalau memang tidak terlibat dalam kasus gratifikasi di pengadaan barang dan jasa,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Wisnu resmi menyandang status tersangka. Dia diduga menerima suap pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel.

KPK menyebut Wisnu setuju dengan Alexander Muskitta dari pihak swasta yang menawarkan dua rekanan untuk mengerjakan dua proyek Krakatau Steel masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Wisnu dan Alexander diduga sebagai penerima, sementara  Kenneth Sutardja (KSU) dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET) alias Yudi swasta, diduga sebagai pemberi. Adapun Kurniawan Eddy Tjokro masih buron.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya