Berita

Pakar politik Prof. Salim Said/RMOL

Politik

Salim Said: Pak Wiranto Orang Baik, Cuma Dia Tidak Mengerti

SABTU, 23 MARET 2019 | 14:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Wacana yang dilontarkan Menko Polhulam Wiranto terkait penggunaan UU Terorisme untuk menjerat pelaku hoax dan penyebar ujaran kebencian dinilai terlalu berlebih-lebihan dan akan menimbulkan persoalan baru.

Pakar politik Prof. Salim Said secara tegas mengatakan, wacana tersebut justru mereduksi peran dari aparat kepolisian. Sebab, penggunaan UU Terorisme mesti menggunakan Densus 88.

"Berlebih-lebihan pak Wiranto itu. Kalau ditindak pakai UU Terorisme, itu kan pake Densus 88, lah polisi-polisi biasa apa kerjanya? Mabes Polri apa?" kata Salim kepada Kantor Berita Politik RMOL di sela-sela diksusi di kawasan Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (23/3).


Dia menjelaskan, penyebar hoax dan pelaku teror memiliki dua makna yang berbeda secara filosofis. Dengan demikian elaku teror tidak bisa disamakan dengan penyebar hoaks.

"Ini kan soal hoax ini kan fenomena baru, barang baru. Itu menunjukkan ada yang enggak beres dalam masyarakat kita," sebut Salim.

Dia pun memprediksi, setelah Pemilu fenomena hoax tidak akan berhenti. Karenanya, perlu juga dirkursus tentang definisi hoax secara filosofis.

"Jadi jangan dikira bulan depan setelah Pemilu, itu enggak ada, masih ada, dan akan berubah. Penyebaran kebencian saja harus dirumuskan dengan baik. Jangan karena mengritik lalu dianggap menyebarkan kebencian. Itu harus diputuskan di depan hakim (pengadilan)," tegasnya.

Lebih lanjut, Salim menegaskan bahwa jangan terkesan memaksakan menjelang Pemilu kemudian fenomena sosial disamaratakan dengan teroris.

"Sekarang semua dijadikan teroris. Lah itu kan berlebih-lebihan. Pak Wiranto itu orang baik. Ya dia enggak ngerti saja apa yang dia katakan. Itu aja," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya