Berita

Puteri Komarudin/Net

Politik

Bonus Demografi Indonesia Harus Disambut Sebagai Peluang

JUMAT, 22 MARET 2019 | 22:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kelebihan jumlah penduduk yang masih dalam usia produktif harus dimaksimalkan oleh suatu negara. Seperti Indonesia saat ini yang mengalami bonus demografi karena jumlah penduduk usia produktif, yakni mulai dari 15 tahun hingga 64 tahun, lebih banyak dibanding usia nonproduktif.  

“Dikatakan sebagai bonus karena kondisi ini tidak terjadi secara terus menerus, melainkan hanya terjadi sekali dan tidak bertahan lama,” ujar politisi perempuan Partai Golkar, Politisi Perempuan Partai Golkar, Puteri Komarudin usai menghadiri diskusi di Kampus Universitas Atmajaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (22/3).

Dia memprediksi bonus demografi Indonesia akan semakin besar di tahun 2030 hingga 2040. Hal ini harus disambut sebagai peluang bangsa untuk memajukan kesejahteraan serta memakmurkan masyarakat. Caranya, dengan memastikan masyarakat usia produktif berkualitas dan dapat berkontribusi pada pembangunan negara.


“Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan,” urainya.

Untuk itu, Puteri mengajak seluruh lapisan masyarakat, lembaga terkait, dan pemerintah menjadi agent of development. Sehingga bonus demografi bisa maksimal dimanfaatkan.

“Apabila suatu negara gagal dalam memanfaatkan bonus demografi ini, maka jelas akan terjadi kerugian yang sangat besar bagi negara yang bersangkutan,” terang caleg Golkar DPR dari dapil Jabar VII ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya