Berita

Jokowi-JK/Net

Politik

Ormas Lintas Agama Komitmen Jaga Kekuasaan Jokowi-JK

JUMAT, 22 MARET 2019 | 20:27 WIB | LAPORAN:

Organisasi kemasyarakatan (ormas) lintas agama berkomitmen menjaga tampuk pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga presiden dan wakil presiden yang terpilih di Pemilu 2019 dilantik.

Sekretaris Umum Lembaga Persahabatan Umat Islam (LPOI), Lutfi A Tamimi menegaskan, ormas-ormas yang notabene dipimpin oleh pemuka agama itu telah bersepakat untuk menghormati apapun hasil pemilu.

Namun ditekankannya, sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, tidak boleh ada satupun pihak yang boleh memaksa masuk ke Istana Negara untuk merebut kekuasaan.


"Kami semua tokoh agama sudah sepakat yang namanya Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dan Presiden RI Joko Widodo tidak boleh diseruduk. Bagaimanapun sampai bulan Oktober dia wakil presiden dan presiden kita. Itu komitmen kita," tegasnya di sela-sela Deklarasi Pemilu Damai di Kantor LPOI, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Semua pemuka agama di negeri ini, sambung Lutfi, tidak mau Indonesia menjadi hancur sebagaimana yang terjadi pada negara lain. Untuk itu, pihak keamanan, baik itu pihak kepolisian dan TNI, diminta berlaku tegas.

"Yang bikin rusuh, kasih biji melinjo. Tahu apa, peluru," tekannya.

Hadir dalam acara itu berbagai petinggi organisasi keagamaan. Di antaranya adalah LPOI selaku tuan rumah, Al Irsyad Al Islamiyyah, Persatuan Islam (Persis), Nahdatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia, Mathlaul Anwar, Al-Jamiyatul Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Al Ittihadiyah, Az-Zikra, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Persatuan Umat Islam (PUI), HBMI.

Kemudian Nahdlatul Wathan, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya