Berita

Ferdinand Hutahaean/RMOL

Politik

Sering Gontok-gontokan, Jubir BPN: TKN Yang Anti Pancasila

JUMAT, 22 MARET 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Partai pendukung Jokowi-Maruf yang tegabung dalam Tim Kampanyenya Nasional (TKN) terlihat sering gontok-gontokan satu sama lain. Yang paling anyar tentu celotehan Ketum PSI Grace Natalie yang menyinggung partai-partai lain di TKN.

Kemudian ada partai yang langsung minta jatah 10 menteri kalau Jokowi menang. Praktis hal itu tidak mencerminkan sikap Pancasila.

Menurut Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean ulah mereka seperti itu menandakan bahwa Pancasila sebagai topeng belaka.


"Teriakan mereka yang paling kencang, saya NKRI harga mati, ternyata itu hanya kamuflase, topeng yang menutupi sebetulnya kebobrokan. Jadi mereka bicara "saya Indonesia saya Pancasila" itu hanya sebuah topeng kamuflase bahwa sesungguhnya mereka yang anti Pancasila," ujar Ferdinand kepada redaksi, Jumat (22/3).

Sambung politis Demokrat itu, perilaku yang cenderung gontok-gontokan satu sama lain, saling menyinggung merupakan tipe barisan yang tidak menjunjung tinggi Pancasila.

"Ternyata mereka cakar-cakaran, gontok-gontokan, gimana mereka mau bicara menyatukan Indonesia kalau mereka saja tidak bisa bersatu," ungkapnya.

Citra mereka yang selama ini seolah-olah paling NKRI dan paling Pancasila akhirnya tergugurkan oleh perilaku mereka. Sementara di sisi lain mereka sering menuding barisan Prabowo-Sandi sebagai kelompok yang tidak setia terhadap NKRI dan Pancasila.

"Karena mereka tidak bisa bersatu, tidak bisa berkumpul. Perilaku mereka menunjukan jelas-jelas tidak mengayomi dan menjadikan Pancasila itu sebagai jalan hidup," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya