Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Keterbatasan Jokowi Dalam Bahasa Tak Bisa Jadi Alasan Bolos Di Forum Internasional

JUMAT, 22 MARET 2019 | 04:39 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo sering tidak hadir dalam berbagai forum internasional. Alasan yang selalu digunakan adalah mendahulukan urusan lain di tanah air.

“Presiden memang mengatakan ada urusan dalam negeri yang lebih penting. Tapi ini empat tahun berturut-turut, dan menandakan memang tidak ada prioritas untuk hadir di forum General Assembly PBB yang satu tahun sekali, bukan tiga hari atau dua hari sekali,” kata pengamat Hubungan Internasional Mohamad Tri Andika, dalam sebuah diskusi di Rumah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, di Mulawarman, Selong, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Menurutnya, keterbatasan dalam hal berbahasa Inggris kelihatannya merupakan salah satu alasan mengapa Jokowi sering absen dalam forum-forum internasional itu.


“(Keterbatasan kemampuan bahasa Inggris) menurut saya bukan suatu hambatan yang substantif gitu. Saya lebih cenderung mengatakan ini karena memang presiden kita tidak memiliki prioritas dalam aspek hubungan luar negeri ini,” imbuhnya.

Karena sering absen dalam forum  internasional, lanjut Tri, Jokowi tidak bisa menciptakan hal yang kreatif dalam politik luar negeri.

“Padahal di UU Hubungan Luar Negeri mandatnya tiga, yaitu bebas, aktif dan wajib kreatif. Menuntut kreatif dari presiden kita sekarang agak sulit, dan menteri meskipun pintar tapi bila direction  tidak tegas dari Presiden susah untuk berkreasi juga,” ujarnya.

Akibatnya, kata dia lebih lanjut, walau Indonesia merupakan dengan potensi yang cukup besar, punya moda politik yang kuat, potensi soft power yang kuat, namun terasa sekali tidak diberdayakan secara maksimal.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya