Berita

Capres JOkowi dan Cawapres Maruf Amin/RMOL

Politik

Survei Kompas Jadi Warning Untuk Jokowi-Maruf

KAMIS, 21 MARET 2019 | 15:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

. Selalu unggul dalam berbegai hasil survei sudah menjadi hal lumrah dialami pasangan Capres-Cawapres petahana, Jokowi-Maruf.

Namun belakangan, pasangan nomor urut 01 ini menjadi sorotan usai keluarnya hasil survei Litbang Kompas baru-baru ini. Meski tetap unggul, persentase 01 menurun dibandingkan survei sebelumnya.

Melihat hal ini, Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio menilai tim sukses Jokowi-Maruf perlu waspada.


"Ya, ini bisa menjadi warning untuk Jokowi-Maruf," kata Hendri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/3).

Bukan tanpa alasan. Selama ini survei lembaga selalu menjadi rujukan bagi tim sukses untuk meracik strategi meraup suara.

Dengan selisih yang menipis antara elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi, kata Hendri, maka timses keduanya harus mulai meramu strategi baru guna memperbaiki suara maupun meningkatkan elektabilitas.

Di sisi lain, Hendri juga menyarankan kepada timses Prabowo-Sandi untuk bekerja ekstra jika ingin gap dengan petahana terjaga, bahkan membalikkan suara.

"Banyakin blusukan pasti, ketemu langsung kepada masyarakat. Karena cara itu masih sangat efektif," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya