Berita

MRT Jakarta/Net

Publika

Dampak MRT Di Jakarta

KAMIS, 21 MARET 2019 | 12:39 WIB

DALAM beberapa wawancara teman wartawan ditanyakan pada saya tentang dampak dari dibangunnya Mass Rapit Transit (MRT) di Jakarta. Tanggal 24 Maret 2019 MRT koridor pertama di Jakarta yang rutenya dari Lebak Bulus-Hotel Indonesia Jl. Thamrin akan diresmikan oleh Presiden Jokowi.

MRT ini sudah dipersiapkan sejak 30 tahun lalu ini diharapkan bisa membantu mulai mengurai kemacetan Jakarta di koridor rutenya. Sebagai salah satu moda public masa transportasi, MRT menjadi tanda modernisasi pendekatan layanan transportasi publik kota yang menggunakannya. Begitu pula Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan sudah masuk katagori yang menggunakan moda modern dalam pembangunan layanan transportasi publiknya.

Diharapkan adanya MRT memberi dampak positif berpindahnya pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik dan MRT yang selanjutnya bisa mengurai kemacetan Jakarta. Adanya MRT ini masyarakat pengguna kendaraan pribadi yang beraktivitas di koridor Lebak Bulus hingga jalan Thamrin mau berpindah menggunakan transportasi publik massal MRT.


Agar dampak positif keberadaan moda MRT ini bisa terwujud maka perlu dilakukan pengelolanya adalah membangun integrasi MRT dengan moda transportasi publik lainnya. Integrasi MRT dengan moda transportasi lainnya itu akan memberi kemudahan masyarakat pengguna transportasi publik mengakses MRT.

Akses yang mudah dan baik ini tentunya akan memfasilitasi masyarakat yang mau berpindah dari ke daratan pribadinya menjadi pengguna angkutan umum serta MRT. Integrasi yang baik juga tingginya penggunaan MRT akan memperkecil biaya operasional penggunaan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya. Selain akses yang mudah juga, agar keberadaan layanan MRT ini berdampak positif maka perlu adanya subsidi biaya atau tarif murah kepada pengguna MRT.

Sekarang ini beredar informasi bahwa tarif MRT akan ditetapkan sebesar Rp 10.000 sekali jalan. Tarif ini katanya sudah mendapatkan subsidi sekitar 70 persen dari besaran biaya ekonominya Rp 31.659 per penumpang. Subsidi dalam manajemen layanan transportasi publik adalah sebuah keharusan diberikan pemerintah sebagai insentif bagi pengguna transportasi publik.

Akhirnya, agar MRT Jakarta berdampak positif bagi transportasi publik maka pemerintah harus membangun integrasi untuk membangun akses dalam sistem layanan MRT dan subsidi biaya untuk tarif murah sehingga publik mau menggunakannya.

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya