Berita

Politisi PAN, Drajad Wibowo/Net

Politik

Survei Litbang Kompas Bukti Fenomena Protest Vote Yang Tinggi

RABU, 20 MARET 2019 | 19:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Hasil survei Litbang Kompas terkait dengan elektabilitas masing-masing calon di Pilpres 2019 dinilai menjadi titik curam petahana.

Politisi PAN, Drajad Wibowo berpandangan bahwa survei tersebut juga sebagai bentuk kekecewaan rakyat kepada pemerintah saat ini.

“Saya melihat fenomena “protest vote” yang makin tinggi. Mereka marah dengan beberapa kejadian, seperti OTT Romi, ketidakadilan dalam penegakan hukum, dan penjegalan Prabowo-Sandi di beberapa daerah,” ujar Drajad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/3).


Drajad melanjutkan, soal vulgarnya kementerian/lembaga negara, BUMN, ASN berpolitik, bahkan isu uang negara untuk mendongkrak elektabilitas juga membuat rakyat tidak senang.

“Di Jatim misalnya, saya bertemu pemilih-pemilih Pak Jokowi tahun 2014 yang menganggap pemerintah menghalalkan segala cara. Mereka sekarang memilih Prabowo sebagai protes. Protest votes ini sangat berpotensi menggerus suara Jokowi-Maruf,” bebernya.

Tentu peluang itu tidak akan disia-siakan oleh BPN Prabowo-Sandi saat ini. Hingga 17 April 2019 mendatang, pihaknya akan all out memanfaatkan peluang ini.

“Gerakan ke kalangan pekerja, petani/peternak, nelayan dan penduduk pedesaan juga perlu lebih intensif. BPN dan caleg akan makin gencar bertemu dengan mereka,” tandasnya.

Pada Survei Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya terpaut sekitar 11 persen dari petahana.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya