Partai Gerindra tidak sepakat dengan hasil survei lembaga Median yang menyebut PDIP akan menguasai Jakarta di pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto ini tetap optimis bisa menang di ibukota.
Dalam survei Median, PDIP disebut akan meraup suara hingga 28,1 persen di DKI Jakarta. Banteng moncong putih mengangkangi Gerindra yang berada di posisi dua dengan 22,9 persen.
Ketua DPP Partai Gerindra Haposan P Batubara menilai survei Median bukan kesimpulan akhir dari pemilu 2019. Survei tersebut hanya merekam preferensi responden saat survei dilakukan.
“Harus dicatat, survei itu bukan kesimpulan akhir loh. Itu hanya gambaran umum saat survei dilakukan. Misal survei digelar pada tanggal 23 Februari maka hasil survei itu hanyalah gambaran di tanggal 23 Februari, bukan di tanggal 17 April,†ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/3).
Caleg Gerindra untuk Dapil Jakarta II ini tetap yakin bisa mengalahkan PDIP. Menurutnya, politik selalu dinamis, khsusunya preferensi para pemilh di DKI Jakarta.
Dia kemudian mencontohkan hasil Pilkada DKI 2017. Saat itu banyak pihak meragukan Gerindra mampu meloloskan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Bahkan, saat itu, banyak lembaga survei menempatkan pasangan ini di posisi juru kunci.
Namun, hasil rekapitulasi suara Pilkada DKI berkata lain. Pasangan usungan Gerindra di Pilkada DKI berhasil mematahkan survei sejumlah lembaga karena bisa keluar sebagai pemenang.
“Pilkada DKI adalah bukti bahwa survei itu bukan kesimpulan akhir. Tidak merepresentasikan hasil akhir. Apalagi ini politik tentu sangat berdinamika,†tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh caleg Gerindra, baik di kompetisi pileg DPR maupun DPRD justru optimis mampu memenangkan pileg dan pilpres 2019. Apalagi seluruh caleg yakin bisa menambah pundi-pundi kursi legislatif, baik dalam konteks DPRD maupun DPR.