Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Politik

Wacana Libur Bulan Ramadhan, BPN: Warisan Gus Dur Dapat Tularkan Toleransi

MINGGU, 17 MARET 2019 | 21:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa wacana akan meliburkan sekolah di bulan Ramadhan adalah program visioner era presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Karenannya, jika ada pihak yang menyebut sebuah kemunduran dinilai keliru. Justeru Prabowo-Sandi meneruskan program visioner presiden Gus Dur.

"Wacana presiden Gus Dur justeru visioner. Ya kita ingin melanjutkan tradisi Kyai Haji Abdurrahman Wahid ingin melanjutkan tradisi Gus Dur dulu," kata Dahnil.


Menurut Dahnil, libur di bulan Ramadhan bertujuan untuk para siswa lebih memfokuskan ibadah dan mengamalkan islam rahmatan lil alamin. Termasuk umat agama lain akan diberikan libur pula sesuai keyakinan yang dianut.  

"Ketika Ramadhan meliburkan penuh seluruh siswa termasuk kampus tujuannya kami ingin memastikan seluruh anak-anak kita belajar tentang islam yang rahmatan lil alamin. Lalu bagaimana dengan tidak beragama Islam, kristen katolik hindu budha itu juga di link-age dengan gereja dengan dengan kuil dengan wihara-wihara mereka mereka juga akan fokus belajar akhlak dan agama," paparnya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini juga menilai libur di bulan Ramadhan juga diharapkan kepada siswa dapat menumbuhkan dan menularkan toleransi antar umat beragama.  

"Kita akan berikan pemahaman tentang pendidikan toleransi dan kebhinekaan. Jadi selama 1 bulan itu bisa menjadi madrasah bagi agama apapun. Nah, itu kan menjadikan Ramadan itu sebagai simbol mempererat persatuan mempererat kebhinekaan," demikian Dahnil.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya