Berita

Gde Siriana/Net

Politik

Gde Siriana: Penangkapan Rommy Bukan OTT Biasa

MINGGU, 17 MARET 2019 | 17:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penangkapan kader PPP Romahurmuziy dalam Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh dipandang sebelah mata.

Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS) Gde Siriana menilai OTT Rommy bukan OTT biasa. Sebab, Rommy merupakan sosok petinggi partai yang dekat dengan Presiden Joko Widodo.

“Itu dapat dilihat dari berbagai berita media yang menampilkan kebersamaan mereka berdua dalam berbagai kesempatan, meski Rommy bukan anggota Kabinet Jokowi,” terangnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/3).


Dia menduga penangkapan ini tidak lepas dari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum terungkap. KPK, menurutnya, kecewa dengan penanganan kasus ini dan akhirnya menyasar elite-elite lingkaran utama Jokowi.

“Kebetulan kasusnya juga memang ada,” sambungnya.

Baginya, kasus Novel akan membuat publik beranggapan negatif kepada Jokowi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu akan dianggap tidak memiliki niat baik dalam memberi perlindungan terhadap aparat pemberantasan korupsi.

“Padahal hasil investigasi koalisi Masyarakat sipil antikorupsi (MSA) sudah terang benderang siapa aktor-aktornya,” tegasnya.

Kembali ke kasus OTT KPK. Gde memandang banyak pejabat atau politisi yang diduga berkasus korupsi melabuhkan dukungan kepada Jokowi. Mulai dari Setya Novanto, Idrus Marham, Bupati Malang Rendra Krisna, Bupati Bekasi Neneng, Walikota Pasuruan Setiyono, Bupati Phakpak Barat Remigo Yolanda Berutu, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, dan Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi.

“Mereka merasa lebih aman kasusnya jika Jokowi menang. Sedangkan komitmen Prabowo jelas akan keras terhadap koruptor,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya