Berita

Gedung KPK/Net

Politik

Pimpinan KPK Datangi Istana Negara Sore Ini

RABU, 13 MARET 2019 | 13:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) akan menemui presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara untuk menyerahkan dokumen hasil penelusuran Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan bahwa kunjungan ke Istana akan digelar pada pada hari ini, Rabu (13/3) pukul 16.00.

“Pimpinan KPK sebagai bagian dari Timnas PK akan datang ke Istana Negara untuk menyerahkan hasil penyusunan kegiatan Tim Stranas PK sejak Oktober 2018 sampai saat ini," ujarnya.


Febri menjelaskan, Timnas PK ini terdiri dari beberapa unsur. Di antaranya, KPK, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Bappenas, dan Kemenpan RB.

“Sedang dokumen yang tersebut berisikan 3 fokus area stranas, 11 rencana aksi, dan 24 sub rencana aksi," kata Febri.

Presiden RI akan menugaskan para pimpinan kementerian, lembaga dan kepala daerah terkait untuk melaksanakan seluruh rencana aksi dan turunannya tersebut.

“Stranas PK yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden 54/2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi ini diharapkan dapat lebih efektif mencegah korupsi di Indonesia," tutur Febri.

"Karena salah satu konsep utama yang diatur adalah Stranas PK sebagai arah kebijakan nasional pencegahan korupsi di Indonesia," imbuhnya.

Febri mengatakan, posisi Presiden Jokowi sebagai kepala negara dianggap memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Karenanya, seluruh rencana aksi yang sudah dituangkan diharapkan dilaksanakan secara efektif dan sinergis oleh instansi yang terkait.

"Sebab, tiga fokus Stranas PK adalah perizinan dan tata niaga, keuangan negara, dan penegakan hukum dan reformasi birokrasi," kata Febri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya