Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Kalau Prabowo Presiden, Fahri Ingin Kehidupan Warga Papua Dinormalisasi

RABU, 13 MARET 2019 | 08:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Proyek ambisius Presiden Joko Widodo dalam membangun Papua menuai kritikan dari mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Pigai yang juga tokoh Papua menilai Jokowi dinilai tidak paham tentang kondisi bangsa yang sesungguhnya, khususnya Papua. Baginya langkah Jokowi membangun jalan di Papua dengan menurunkan pasukan TNI merupakan kebijakan yang destruktif dan mengancam eksistensi bangsa.

Sebab, proyek itu tidak dijalankan melalui langkah-langkah konstruktif, komprehensif, dan persuasif melalui dialog yang bermatabat. Baca: Atas Nama Kemanusiaan, Jokowi Diminta Tarik Pasukan Dari Papua


Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut menanggapi kritik Pigai tersebut. Dia bahkan menaruh harapan kepada calon presiden Prabowo Subianto untuk bisa memberi jalan keluar bagi warga Papua.

“Pak Prabowo yang terhormat, kalau bapak jadi presiden harus ada upaya normalisasi kehidupan masyaraat Papua,” terangnya melalui akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Rabu (13/3).

Menurutnya, pemerintah pusat telah membuat jarak yang aneh antara sesama anak bangsa. Jokowi, sebagai kepala pemerintahan dinilainya telah salah membaca mengenai hal-hal yang dibutuhkan warga Papua.

“Jakarta sangka ini soal tol dan harga bensin. Jakarta salah baca lagi,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya