Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Ketum PSV Ungkap Dua Alasan Pemilih Banyak Yang Belum Tentukan Pilihan

RABU, 13 MARET 2019 | 07:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jumlah pemilih yang belum menentukan sikap atau swing voters di Pemilu Serentak 2019 terbilang cukup tinggi. Sejumlah lembaga survei mencatat angka swing voters mencapai 35 persen.

Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Adhie M Massardi menilai jumlah tersebut bukan hal yang bisa dianggap remeh.

Menurutnya, ada dua alasan yang melatari jumlah swing voters tinggi.


Pertama lantaran mereka tidak mengenal dengan baik calon yang maju di pileg dan pilpres. Seperti tingkat pengenalan terhadap kasus pelanggaran HAM yang menyasar calon presiden Prabowo Subianto, maupun serangan isu PKI terhadap Jokowi.

“Pertama karena mereka tidak familiar dengan calon,” terangnya dalam diskusi di TVOne sesaat lalu, Rabu (13/3).

Selain itu, Adhie mencatat bahwa pemilih belum menentukan pilihan karena masih ragu dengan penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum.

Dia kemudian mencontohkan gelaran Piala Dunia yang digelar FIFA. Gelaran ini selalu ramai setiap empat tahunan karena FIFA memiliki kredibilitas.

Contohnya, sambung Adhie, saat ada aduan tentang gol yang kadang tidak terlihat mata wasit, FIFA meluncurkan Video Assistant Referee (VAR) yang membantu wasit melihat kejadian di lapangan.

“Kemarin ada aduan 17 juta DPT nggak jelas, nggak ada jawaban. Ini yang bikin makin pesimis,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya