Berita

Gunung Padang/Net

Publika

Misteri Gunung Padang

SELASA, 12 MARET 2019 | 12:38 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

HARI ini, beredar potret Presiden Jokowi diapit 44 finalis Puteri Indonesia dan Miss Universe Catriona Gray. Cantik-cantik. Cuma satu yang agak-agak gimana gituh.

Lima tahun ini, Indonesia swasembada foto Jokowi. Macem-macem gayanya. Di lokasi bencana, di hutan, gorong-gorong, kostum raja, pake sarung, main kodok dan lain-lain.

Di bidang ilmu pengetahuan, cuma ada fiksi Mobil Esemka yang diorder 6 ribu unit. Di era pa Harto, ada astronot, penemuan konstruksi "cakar ayam" yang dipatenkan di 40 negara dan pondasi pabrik pesawat terbang.


Di era akhir Presiden SBY, proyek arkeologis Gunung Padang diinisiasi.

Dunia arkeologis dan history tertegun. Gunung Padang bersama dengan Gobekli Tebe, Sphinx, Piramida Bosnia, Ooparts, Tutankhamun Blade, Guojian Sword, Indus Valley Civilazation Mohenjo Daro, berpotensi menulis ulang sejarah manusia.

Ahli geologi Danny Hilman Natawidjaja, American Geophysican Union, dan lain-lain melakukan survei ground penetrating radar, tomografi sinar-X, scanning 2D dan 3D, pengeboran inti, dan ekskavasi.

Struktur Gunung Padang dinyatakan sebagai "man made object". Mungkin sebuah piramida. Usianya diperkirakan 20 ribu tahun. Lebih tua dari ice aged.

British Journalist Graham Hancock menyatakan "The New President Of Indonesia" menghentikan proyek penelitian Gunung Padang yang diinisiasi Presiden SBY. Jealous Arkeolog menekan supaya budget tidak dihabiskan di sana.

Indonesia semakin jauh dari memiliki Scientific Community.

Pujian seputar Jokowi berasal dari 2-3 orang netizen Korea soal opening seremony Asian Games. Aktivis lingkungan abal-abal Leonardo DiCaprioa yang pernah jadi pelanggan Playboy Mansion dan enggak ngerti apa-apa soal nelayan, pernah memuji Menteri Susi Pujiastuti setelah meledakkan kapal asing.

Selama lima tahun, masyarakat dicekoki hingar-bingar politik dan agenda mendeskreditkan FPI dan HTI.

Publik mesti bertanya dimana kepedulian Presiden Jokowi terhadap arena scientific dan apa manfaat adanya "Miss-Miss" Universe selain wasting money, time & energy.

Penulis adalah kolumnis dan aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (Komtak).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya