Berita

Dahnil Anzar dan Novel Baswedan/RMOL

Hukum

Dahnil Anzar Siap Jadi Oposisi Jika Kasus Novel Mengambang Di Era Prabowo-Sandi

SELASA, 12 MARET 2019 | 10:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hari ini, Selasa (13/3) genap sudah 700 hari pasca penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, kejelasan tentang kelanjutan kasus seolah menemui jalan buntu.

Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak adalah salah seorang yang terus bersuara lantang dan menuntut negara hadir menyelesaikan kasus ini.

Geliat Dahnil yang terus menyuarakan keadilan bagi Novel Baswedan, tak menghentikannya meskipun ia saat ini menjadi Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi.


"Saya akan menjadi oposisi utama bila kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, juga tidak dituntaskan oleh Pemerintahan Pak @prabowo dan Bang @sandiuno?"kata Dahnil dalam cuitan di akun twiiter pribadinya, Jakarta? Selasa (12/3).

Dahnil menambahkan, kasus yang menimpa Novel Baswedan dan penyidik KPK yang lain mesti dijawab oleh negara, tentang siapa dalang dibalik penyiraman air keras terhadap Novel. Jika tidak, hal itu menuju suatu kesimpulan bahwa negara acuh.

Dalam kasus Novel, Tim Gabungan Pencari Fakta Novel Baswedan (TGPF) atas rekomendasi Komnas HAM telah dibentuk untuk penuntasan kasus ini. Namun, hingga saat ini kasus tersebut masih belum menemui titik terang.

"Teror terhadap Novel dan penyidik KPK lainnya tak terungkap sesungguhnya bukan karen "tak bisa" namun "tak mau"," pungkas Dahnil.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya