Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Klaim Polusi Udara Turun Drastis Tahun 2018

SELASA, 12 MARET 2019 | 06:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kualitas udara China meningkat secara substansial sepanjang tahun 2018 lalu.
 
Kementerian Lingkungan China dalam sebuah keterangan awal pekan ini (Senin, 11/3) mengklaim bahwa peningkatan itu terjadi menyusul tindakan keras pemerintah China terhadap polusi yang berimbas pada melemahnya ekonomi.
 
Tahun lalu, tingkat rata-rata partikel PM2.5 mikroskopis di udara di 338 kota di China adalah 39 mikrogram per meter kubik. Terjadi penurunan sebesar 9,3 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu meningkatkan kualitas udara di China.
 

 
Kepala kementerian ekologi dan lingkungan China, Li Ganjie mengatakan, Beijing akan mempertahankan komitmennya untuk memerangi polusi, bahkan ketika negara itu menghadapi perlambatan ekonomi.
 
"Kami dengan tegas menentang relaksasi atau menjadi lebih toleran dengan pengawasan dan regulasi lingkungan," jelasnya, seperti dimuat AFP (Senin, 11/3).
 
"Kita tidak bisa mengorbankan lingkungan dengan imbalan pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
 
Ekonomi China sendiri diketahui tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir tiga dekade tahun lalu, dengan pertumbuhan tahunan sebesat 6,4 persen dalam tiga bulan terakhir tahun 2018.
 
Tetapi Beijing telah dipaksa untuk menyeimbangkan keprihatinannya atas perlambatan ekonomi dengan kekhawatiran reaksi publik terhadap pencemaran lingkungan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya