Berita

Acungkan kartu merah ke Istana/Net

Politik

Alasan BEM Jabodetabek-Banten Acungkan Kartu Merah Ke Istana

SABTU, 09 MARET 2019 | 14:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Pergerakan BEM Se-Jabodetabek-Banten menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jumat (8/3) lalu.

Dalam aksi ini, mereka menggelar long march dari Patung Kuda atau Arjuna Wiwaha menuju Taman Pandang Istana usai Salat Jumat. Tepat di depan Istana mereka berorasi sambil mengancungkan kartu merah untuk Presiden Jokowi.

Mereka juga membawa keranda mayat yang menjadi simbol matinya demokrasi di negeri ini dan menjadi tanda duka untuk program nawacita yang telah mati.


Mahasiswa ini berasal dar kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Az Zahra, Uhamka, Universitas Indraprasta PGRI, yang pada 4 Maret lalu juga telah menggelar Aksi Kartu Merah Jilid I.

Presiden Mahasiswa Universitas Islam As-Syafi’iyah, Zulkarnaian Kesuy yang menjadi koordinator lapangan menguraikan bahwa kartu merah diberikan karena pemerintah gagal dalam mengembalikan kedaulatan pangan, menegakkan supremasi hukum dan ham, memeratakan pembangunan di daerah, dan gagal mereformasi pendidikan di Indonesia.

“Jokowi juga gagal merehabilitasi sistem ekonomi dan membuat media massa netral. Kami juga menagih janji Jokowi-JK yang belum terlaksana,” tegasnya.

Pergerakan BEM Se-Jabodetabeka-Banten berencana membangun konsolidasi dengan kampus lainnya agar tercipta aksi Kartu Merah Jokowi Jilid III yang lebih besar.

“Sehingga mampu menyadarkan masyarakat Indonesia tentang politik pencitraan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya