Berita

Komisioner KPU Hasyim Asyari (kiri)/RMOL

Politik

KPU: Lembaga Survei Abal-abal Cuekin Saja

SABTU, 09 MARET 2019 | 13:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Peran lembaga survei menjelang pemilihan seperti Pemilu serentak 2019 saat ini sangat penting untuk menjaga iklim demokrasi.

Namun, di sisi lain lembaga survei juga merupakan bisnis yang menjanjikan, sehingga tidak heran apabila bermunculan lembaga survei abal-abal.

Lembaga survei abal-abal yang tidak menggunakan metodologi sebagaimana lazimnya dalam teori tidak mesti dijadikan patokan.


Demikian disampaikan Komisioner KPU Hasyim Asyari di sela-sela diskusi publik bertajuk "Survei dan Demokrasi" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3).

"Lembaga survei kayak gini dicuekin saja. Enggak usah ditanggapi dan media enggak usah ikut mempublikasikan. Ini keluar dari mainstream keahlian lembaga survei," kata Hasyim.

Dijelaskannya, lembaga survei sepatutnya mendeklarasikan latar belakang serta rekam jejaknya. Sehingga stigma publik yang meragukan profesionalitas dan kapabilitasnya dapat terbantahkan.

"Lembaga-lembaga survei ini yang paling penting bersedia mempublikasikan tentang profil lembaga survei tersebut, kemudian kalau ada biaya yang digunakan untuk survei itu darimana, kemudian metode seperti apa. Bagi kami yang penting itu. Untuk menjaga kredibilitas lembaga survei tersebut," jelas Hasyim.

Pembicara lain dalam diskusi tersebut Prof. Hamdi Muluk (Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia), Abdul Manan (Ketua Aliansi Jurnalis Independen) dan Afrimadona (peneliti senior Populi Center).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya