Berita

Kejagung/Net

Hukum

Nasdem Dukung Penuh Program Tabur 31.1

JUMAT, 08 MARET 2019 | 21:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang dijalankan Kejaksaan Agung dinilai signifikan dalam menyelamatkan uang negara dari korupsi.

Ketua DPP Partai Nasdem Taufik Basari menyatakan dukungan atas segala upaya Kejagung dalam memberantas praktik korupsi, termasuk peluncuran Program Tabur 31.1. Menurutnya, aparat penegak hukum memang sewajarnya memproses pelaku hukum dan memberi hukuman kepada pelaku tindakan korupsi.

"Selain itu, penting juga untuk menunjukkan untuk mengejar uang negara yang sudah dicuri dikembalikan ke negara," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/3).


Taufik juga mengapresiasi kinerja Kejagung yang telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 2,29 triliun dan USD 263 ribu dari penindakan korupsi selama kurun waktu empat tahun terakhir.

Caleg dari Dapil Lampung I itu memberi nilai 7,5 atau baik untuk kinerja Kejagung tersebut.

"Uang yang dikembalikan ke negara cukup besar periode ini. Di zaman Jokowi berhasil mengembalikan yang cukup besar," kata Taufik.

Jaksa Agung Muda Intelijen Jan Samuel Maringka menjelaskan bahwa Program Tabur 31.1 merupakan upaya untuk meningkatkan optimalisasi penyelesaian perkara pidana melalui penangkapan buronan pelaku kejahatan. Baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

Dalam program, 31 kejaksaan tinggi yang ada diwajibkan untuk minimal menangkap satu buronan setiap triwulan.

"Ini merupakan rekomendasi raker tahun 2018 yang lalu," ujarnya.

Tercatat sebanyak 208 buronan pelaku kejahatan dari berbagai wilayah kejati telah tertangkap lewat program tersebut.

"Program ini diharapkan dapat menyampaikan pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," pungkas Jan Samuel.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya