Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Sudah Rp 22 Miliar Uang Proyek SPAM Dikembalikan Pejabat Kementerian PUPR

JUMAT, 08 MARET 2019 | 20:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jumlah uang yang dikembalikan pejabat Kementerian PUPR terkait proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) terus bertambah.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi terus menggali dugaan pelaku lain dalam proyek yang dilakukan hampir di seluruh daerah.

"Sebanyak 59 kasatker Kementerian PUPR telah mengembalikan uang senilai Rp 22 miliar, kemudian 148.500 US dolar dan 28.100 dollar Singapura," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Jumat (8/3).


Febri mengatakan, berdasarkan penyelidikan, aliran dana sebagian besar mengalir ke PT WKE dan PT TSP. Penyelewengan dalam proyek pengadaan air minum itu terjadi di hampir setiap daerah secara massif.

"Ini sangat kami sayangkan ternyata proyek SPAM ini terjadi di berbagai daerah dan sangat massif. Kami akan terus melakukan penyidikan lebih lanjut kepada pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut," jelasnya.

Meski begitu, KPK menyambut baik sikap kooperatif para pejabat PUPR yang telah mengembalikan uang.

"Kami hargai pengembalian uang ini. Yang berikutnya disita dan dimasukkan dalam berkas penanganan perkara yang sedang berjalan," ujar Febri.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sedikitnya delapan tersangka. Empat tersangka yang diduga sebagai pemberi suap adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, serta dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

Sementara, empat tersangka penerima suap adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis Lampung Anggiat Partunggul Nahat Simaremare, Pejabat Pembuat Komitmen SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Dunia Film Berduka, Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 16:19

Kapolri dan Jajaran Sowan ke Cilangkap Perkuat Silaturahmi dengan Panglima TNI

Senin, 13 Juli 2026 | 16:16

Bincang Ringan di Cilangkap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:10

Demokrat Minta Kasus Mantan Jampidsus Febrie Diserahkan ke KPK

Senin, 13 Juli 2026 | 16:06

DPR Buka Peluang Panggil Mahfud MD Bahas Dugaan Cacat Prosedur Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 | 16:02

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok

Senin, 13 Juli 2026 | 15:59

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

Senin, 13 Juli 2026 | 15:53

Prabowo Diminta Ambil Langkah Strategis Atasi Ketegangan Polri-Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:44

Polri Didesak Berantas Buzzer Penyebar Disinformasi soal Pengamanan Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:30

Rakernas GPA Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo dan Polri

Senin, 13 Juli 2026 | 15:16

Selengkapnya