Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Kapolda Sumut Tidak Netral, Nama Jokowi Dipertaruhkan

KAMIS, 07 MARET 2019 | 22:35 WIB | LAPORAN:

Kepala Polda Sumatera Utara diingatkan kembali untuk bersikap netral dalam Pemilu 2019.

Sebab, nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga capres petahana menjadi taruhannya.

"Kalau kapolda Sumut tidak netral dalam Pemilu 2019 berarti akan mencoreng institusi Polri yang saat ini sebagai garda terdepan untuk demokrasi Indonesia," ujar Wakil Ketum Partai Gerindra Arief Poyuono kepada wartawan, Kamis (7/3).


Dia menjelaskan, Presiden Jokowi maupun Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian selalu meminta aparat kepolisian bersikap netral dalam setiap kegiatan pemilu dan pilkada.

"Saya harap kapolda Sumut sadar dan sadar. Dan jangan berpolitik praktis dengan dalih menetralisir paham kebencian dan arogansi serta sikap merasa paling benar yang sudah meracuni sebagian masyarakat Sumut karena kepentingan tertentu," beber Arief.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada bukti masyarakat Sumut telah terpapar paham kebencian, arogansi, dan sifat paling benar sendiri.

"Masyarakat Sumut adalah masyarakat yang plural dan adatnya sangat menjunjung tinggi kebersamaan dalam perbedaan," kata Arief.

Pluralisme di masyarakat Sumut berbeda seperti di Maluku, Sulawesi, Kalimantan yang mengalami konflik suku, agama dan ras seperti pada tahun 2000 lalu.

"Untuk di Sumut konflik SARA tidak laku karena memang orang Sumut itu sudah punya budaya persatuan yang sangat kuat dalam perbedaan," beber Arief.

Untuk itu, dia berharap presiden maupun kapolri segera memberi teguran kepada Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto jika bersikap tidak netral di Pemilu 2019.

"Biarlah kepolisian menjadi sebuah lembaga yang selama ini tetap netral dalam pesta demokrasi. Karena peran polisi hari ini di masyarakat dan tanggung jawab polisi kepada negara yang lebih maju dan kuat akibat buah negara yang bersistem demokrasi," demikian Arief.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya