Berita

Huawei/Net

Dunia

Produknya Dibatasi, Huawei Gugat Pemerintah Amerika Serikat

KAMIS, 07 MARET 2019 | 13:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Huawei mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat atas larangan yang membatasi agen federal untuk menggunakan produknya.
 
Pihak Huawei menilai, pemerintah Amerika Serikat gagal memberikan bukti untuk mendukung larangan itu.
 
Amerika Serikat diketahui telah membatasi penggunaan produk Huawei karena masalah keamanan nasional. Bukan hanya itu, Amerika Serikat juga telah melobi sekutu untuk menghindari penggunaan produk dari perusahaan telekomunikasi China tersebut.
 

 
Huawei sendiri diketahui adalah salah satu penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia.
 
Gugatan yang diajukan tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas oleh perusahaan dalam beberapa bulan terakhir untuk menantang klaim yang menyebut bahwa produk-produknya menimbulkan risiko keamanan.
 
"Kongres Amerika Serikat telah berulang kali gagal menghasilkan bukti apa pun untuk mendukung pembatasan produk Huawei. Kami terpaksa mengambil tindakan hukum ini sebagai upaya yang tepat dan terakhir," kata Ketua Distribusu Huawei, Guo Ping, seperti dimuat BBC (Kamis, 7/3).
 
"Larangan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membatasi Huawei dari terlibat dalam persaingan yang adil, yang pada akhirnya merugikan konsumen Amerika Serikat," tambahnya.
 
Dalam gugatan yang diajukan, Huawei menantang konstitusionalitas Bagian 889 dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional. Gugatan diajukan di pengadilan federal Amerika Serikat di Texas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya