Berita

Ryamizard Ryacudu/Net

Publika

Menhan Atau Tukang Tempeleng?

KAMIS, 07 MARET 2019 | 12:31 WIB

MAKIN hari menteri-menteri Jokowi makin ancuur, ittiba' persis Jokowi yang sudah ancur sejak sononya.

Coba kita ingat-ingat ulang parodi kelucuan menteri-menteri Jokowi.

Ada Puan yang mengeluarkan fatwa agar rakyat yang miskin diminta diet. Lantas, Menkes yang temukan hasil penelitian kesehatan cacing sarden mengandung protein.


Mentan minta masyarakat konsumsi keong sawah karena daging mahal.

Mendag minta tanam cabai dan kalau ada harga-harga tinggi, ditawarlah.

Kepala PLN lebih gila, dia meminta yang keberatan TDL tinggi solusinya cabut meteran.

Sekarang, lebih parah. Menhan yang ngurusi pertahanan sibuk ikut nimbrung diskursus fiqh dan agama. Sampai-sampai, sesumbar akan tempeleng yang bilang kafir.

Ini menteri pertahanan atau tukang tempeleng? Ini mau mempertahankan NKRI atau justru memporak-porandakan NKRI dengan ujaran asal tempeleng?

Frasa 'kafir' itu sudah ada sejak Alquran diturunkan. Itu sudah baku, dan sejak dahulu umat Islam menggunakan terminologi itu untuk mengklasifikasi, bukan untuk memanggil atau sebutan untuk merendahkan.

Jadi, Menhan mau menempeleng ratusan juta umat Islam di negeri ini yang terbiasa menyebut non muslim kafir karena perintah agama? Menhan berani berhadapan dengan miliaran penduduk dunia yang beragama Islam?

Menhan itu menteri pertahanan, seharusnya dia tempeleng tuh OPM yang jelas jelas memecah-belah NKRI, memberontak, bahkan membunuh warga sipil hingga TNI.

Tuh, tempeleng tuh kalau berani. Jangan cuma berani menakut-menakuti umat Islam yang taat pada agamanya.

Lagian, yang memecah belah itu SAS dan para begundal pengikutnya. Sudah lama terminologi kafir ada dan tidak menimbulkan masalah, kenapa bikin fatwa edan yang memicu keterbelahan ?

Sono, tempeleng si SAS yang kerjaannya memecah-belah umat Islam. Menhan berani?

Kami umat Islam sudah terlalu sering dizalimi, disakiti. Jangan memprovokasi dan menyulut kemarahan kami. Kami bukan anak TK yang bisa ditakut-takuti. Jadi pejabat itu omongan ditakar, dipikir, jangan asbun.

Sebelumnya Moeldoko ajak perang total, sekarang Menhan mau tempeleng-tempelengan. Ini mau ngurus negara atau mau kelola lahan parkir?

Sakit sekali menjadi umat Islam di negeri ini, kami mayoritas, kami selaku disakiti, tetapi kami pula yang selalu dipersalahkan. Coba tengok isu teroris, korbannya kami tetapi pelakunya yang dituding juga kami, jahat sekali kalian terhadap umat Islam?

Untuk Menhan, santunlah bertutur. Jika tidak bisa membela, mempertahankan dan melindungi perasaan umat Islam, jangan menyakiti.

Anda diam melihat kezaliman terhadap umat Islam saja sudah buruk, apalagi ikut-ikutan berkomentar pedih.

Ukurlah ujaran, jangan hanya berujar dengan logika 'saya', sekali kali berempatilah terhadap umat Islam. Apa pernah, Anda berujar akan tempeleng Israel yang membantai umat Islam? Tempeleng rezim Budhis Myanmar karena membantai muslim rohingya? Tempeleng rezim China karena melakukan genosida terhadap muslim Uighur ? Atau minimal, tempeleng OPM yang merongrong NKRI?

Ayolah, Anda sudah tua. Sebentar lagi tidak menjadi menteri dan akan kembali kepada umat. Jangan sembrono menyakiti hati umat.

Apa argumen Anda setelah menjadi rakyat biasa dan harus kembali berinteraksi dengan umat?


Nasruddin Djoha

Pemerhati Ruang Publik

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya