Berita

Ilustrasi media sosial/Net

Politik

IMM Jabar: Polda Dan Pemprov Kurang Gesit Tangani Hoax

KAMIS, 07 MARET 2019 | 09:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kinerja Polda dan Pemprov Jawa Barat kurang gesit dalam menangkal sebaran informasi bohong alias hoax di tahun politik.

Sekjen DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jabar, Ibadi Rahman menilai bahwa sebaran hoax masih masif di tanah pasundan. Menurutnya, jika tidak diantisipasi dengan baik dan segera, hoax akan menjelma menjadi gunung es yang bisa mengancam persatuan Jabar.

"Kami mendapatkan informasi hoax setiap hari lewat WhatsApp Group atau personal, yang isinya membakar amarah warga Jabar agar membenci salah satu capres. Dan hal itu terus menerus terjadi tanpa ada penanganan khusus dari yang berwajib ataupun pemerintah,” katanya saat mengisi kajian mingguan IMM bertajuk ‘Hoax untuk Siapa di Lodaya, Bandung, Rabu (6/3).


Menurut Ibad, Polda dan Pemprov Jabar kurang gesit dan tidak tegas mencegah maraknya penyebaran informasi hoax. Dengan kelengkapan logistik dan infrastruktur yang mapan, seharusnya penyebaran berita hoax bisa ditangani oleh kedua instansi pemerintahan tersebut.

Selain itu, Ibadi Rahman mengutarakan informasi hoax adalah praktik black campaign murahan yang merusak akal demokrasi. Praktik ini harus segera mungkin diberantas agar pemilih rasional tidak berubah pemilih irasional yang emosional.

"Penyebaran informasi hoax harus ditangani serius karena yang menjadi taruhannya adalah kenyamanan warga Jabar dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Jikalau Polda dan Pemprov Jabar merasa hal itu penting, tolong tangani dengan serius dan jangan hanya menjalankan program sosialisasi anti hoax,” pungkasnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Kamis (7/3).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya