Berita

Mahfudz Siddiq/net

Politik

Mahfudz: Tidak Ada Prajurit TNI Ingin Dwifungsi Hidup Lagi

SELASA, 05 MARET 2019 | 19:59 WIB | LAPORAN:

Upaya menghidupkan Dwifungsi ABRI tidak akan mendapatkan tempat di bumi Indonesia.

Mantan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, meyakini penolakan terhadap Dwifungsi bukan hanya dari kelompok sipil tetapi juga dari kalangan prajurit TNI. Ia yakin para prajurit profesional tidak sedikitpun menginginkan kembalinya Dwifungsi TNI.

"Kalaupun ada orang yang punya pengaruh menarik gerbong TNI ke politik, saya yakin para prajurit dan perwira akan lebih dulu teriak (menolak)," ujar Mahfudz dalam diskusi "Rezim Jokowi Mau Menghidupkan Dwifungsi TNI?" di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).


Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, TNI secara institusi sangat memegang teguh semangat reformasi, baik reformasi kenegaraan maupun reformasi internal TNI sendiri.

"Dalam 15 tahun ini kita melihat konsistensi TNI untuk melaksanakan agenda reformasi. Mewujudkan TNI sebagai institusi profesional dan demokratis," katanya.

Ia menambahkan, selama 15 tahun terakhir hampir tidak ada pelanggaran HAM serius yang dilakukan TNI sebagaimana kerap terjadi pada masa Orde Baru.

Begitupun, saat pemisahan TNI dan Polri yang berujung pada ketimpangan kesejahteraan. UU 34/2004 tentang TNI mengatur TNI berada di bawah Kementerian Pertahanan. Sementara, UU 2/2002 tentang Polri mengatur kepolisian berada langsung di bawah presiden.

"Institusi Polri ditempatkan tidak di bawah kementerian apapun, tapi langsung di bawah presiden. Dalam konteks reformasi, ini ada ketidakseimbangan. Tapi kita lihat 15 tahun TNI jalani itu dengan penuh kelegawaan. Tidak protes, ribut, apalagi berontak. Padahal sekarang secara UU, TNI dan Polri dalam posisi yang tidak imbang," jelasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya