Berita

JS Prabowo/RMOL

Politik

JS Prabowo Ragu Militer Isi Pos Sipil Untuk Dwi Fungsi TNI Hidup Lagi

SELASA, 05 MARET 2019 | 14:13 WIB | LAPORAN:

Wacana pelibatan perwira menengah dan tinggi TNI untuk mengisi 60 pos baru di institusi pemerintahan diyakini bukan untuk menghidupkan dwi fungsi TNI.

Mantan Kepala Staf Umum TNI, Johannes Suryo Prabowo ragu prajurit TNI sekarang ingin dwifungsi dihidupkan lagi. Sebab pada dasarnya, prajurit menolak hal itu.

Ia curiga wacana tersebut semata-mata untuk pemenangan capres petahana, Jokowi.


"Jadi kalau arahnya ke dwi fungsi, kalau saya tidak. Tapi kalau arahnya ngasih permen kepada para perwira, masak kamu nggak terima kasih sama saya sih. Supaya pilih saya, itu sangat mungkin," ujar purnawirawan letjen tersebut dalam diskusi bertajuk "Rezim Jokowi Mau Menghidupkan Dwi Fungsi TNI?" di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Wacana perwira aktif mengisi jabatan di institusi sipil dilontarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Hadi beralasan, kebijakan ini merupakan bagian dari proses mengurai problematika restrukturisasi jenjang karir dan rotasi yang membuat banyak perwira menengah dan tinggi di organisasi TNI tidak mendapatkan pos pengisian jabatan (logjams organization).

JS Suryo tetap meyakini masih banyak prajurit TNI setia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang ikut-ikutan politik praktis Pemilu 2019.

"Di prajurit militer, terutama di teritorial itu para prajurit bintara, bahkan menengah harus dekat dengan rakyat, mengenal jantungnya, nadinya rakyat. Sehingga kalau ada sesuatu hal, dia akan disalahkan. Oleh sebab itu, saya kok masih yakin kalau prajurit sekarang ini meskipun dikasih kenaikan gaji, masih punya hati yang lebih bersih dari saya," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya