Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Coba Cek, Benarkah Tiga Kartu Sakti Jokowi 2014 Berpihak Ke Rakyat

SELASA, 05 MARET 2019 | 08:31 WIB | LAPORAN:

Program tiga kartu sakti baru Jokowi diyakini tidak akan berjalan mulus.

Ketiga kartu sakti baru capres petahana yang dimaksud yakni Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra-Kerja.

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Amanat Nasional (PAN), Basiruddin Amirrudin mengingatkan, tiga kartu Jokowi yang sudah ada saja belum berjalan maksimal.


"Saat ini kartu-kartu sebelumnya belum maksimal bahkan masih banyak. Tuntaskan dulu, baru ke lebih tinggi," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/3).

Kartu Indonesia Pintar (KIP), contohnya. Basiruddin mengatakan, selama empat tahun terakhir, implementasi KIP mulai tingkat SD hingga SMA belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"KIP tahun 2018 menyebut 41,9 persen anak dari keluarga tidak mampu di Medan, Yogyakarta, Blitar, dan Kupang belum menerima KIP," papar caleg DPR dari Dapil Jakarta III ini.

Kemudian terkait kartu Pra-Kerja, menurut dia, Jokowi tidak akan sanggup mengaji para penggangguran dari APBN seperti dijanjikan. Pasalnya, angka penggangguran di Indonesia saat ini terbilang tinggi dan tidak sebanding dengan kas negara.

"Saat ini berapa banyak orang di PHK? Berapa banyak tidak mendapatkan pekerjaan? berapa banyak pengangguran dan lain-lain?" katanya.

Ia juga mempertanyakan program sembako murah petahana di tengah membanjirnya impor pangan luar negeri.

"APBN kita masih butuh dana besar. Dari mana sumbernya akan diambil? Bukankah BPJS Kesehatan, dana haji, saat ini masih nunggak?" kritiknya.

Jokowi, hemat dia, sebaiknya menepati janji kampanye Pilpres 2014 di sisa periode ini.

"Maksimalkan yang ada saja dulu, ini kan masih periodenya ya. Coba aja cek langsung benar nggak kartu-kartunya berpihak ke rakyat? Silakan cek langsung aja ke masyarakat, terus mainkan kartu-kartu lagi," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya