Berita

Charles Meikiansyah/Net

Politik

Peran Media Di Pemilu Serentak 2019 Signifikan

SELASA, 05 MARET 2019 | 06:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peran media dalam Pemilu Serentak 2019 signifikan. Media tidak hanya berperan penting dalam memberi pendidikan politik kepada masyarakat, tapi juga menjadi salah satu referensi utama warga dalam menentukan pilihan di pileg maupun pilpres.

Politisi Nasdem Charles Meikiansyah menilai media bisa menjadi komunikator yang baik untuk masyarakat.

“Semua pihak, termasuk yang berkontestasi dalam pemilu, bisa menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara, khususnya bidang politik,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3).


Kebebasan media saat ini sudah jauh lebih baik dibanding masa Orde Baru. Tapi dia mengingatkan agar media yang menyebarkan informasi bohong alias hoox dikenakan sanksi sosial.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada media berupa kebebasan harus diiringi dengan rasa tanggung jawab untuk memberitakan informasi sesuai dengan fakta.

"Jadi ada penghargaan, tetapi ada juga hukuman buat mereka (yang melanggar UU pers dan perundangan lainnya-red) yang bentuk hukumannya tidak lagi seperti zaman dulu ya dibredel. Tetapi disampaikan juga kepada publik melalui kementerian yang dimiliki bahwa berita yang disebarkan media pelanggar, adalah hoax, misalnya,” sambung caleg Nasdem dari Dapil Jawa Timur IV itu.

Senada dengan itu, Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat Hardly Stefano juga menegaskan bahwa media harus menjadi lembaga pendidikan politik yang konstruktif bagi masyarakat melalui pemberitaan dan penyiaran.

Hardly ingin produk pemberitaan yang muncul bisa adil, yakni memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta pemilu, berimbang, dan proporsional.

"Proporsional itu jangan hanya menyampaikan peserta pemilu, pilpres saja. Kita harus dorong juga peserta pemilu terkait dengan parpol beserta profil calegnya dan juga anggota DPD. Karena Pemilu ini kan yang berkontestasi juga ada parpol, caleg, dan DPD. Mereka harus mendapatkan porsi pemberitaan juga," tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya