Berita

Foto:Net

Politik

Pemukulan Kader IMM Bukti Rezim Jokowi Otoriter

SELASA, 05 MARET 2019 | 06:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi demonstrasi Ikatan Masiswa Muhammadiyah (IMM) saat menyampaikan aspirasi terhadap Presiden Joko Widodo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3) dikecam Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni (Kornas Fokal) IMM.

Ketua Kornas Fokal IMM, Amirullah Hidayat mengatakan, aksi demonstrasi yang dibalas dengan aksi brutal seperti main pukul oleh oknum kepolisian dinilai sebagai bukti kegagalan Jokowi menghadirkan rasa damai terhadap masyarakat saat menyampaikan aspirasi di muka umum.

"Mestinya di saat itu, Jokowi sebagai kepala negara harus menunjukkan sikap pengayom agar mahasiswa dirangkul dan diberikan ruang dialog, bukan membubarkan secara paksa, karena mereka (IMM) hanya ingin aspirasinya tersalurkan," kata Amir, Selasa (5/3).


Lebih lanjut Koordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) ini menuturkan, namun atas insiden tidak terpuji tersebut menjadi bukti bahwa Jokowi bukanlah sosok yang anti kritik.

"Bahkan Jokowi sangat tepat disematkan sebagai rezim tukang kriminalisasi aktivis," ujar Amir.

Untuk itu, lanjut dia, Jokowi tidak layak lagi menjalankan mandat dari rakyat untuk periode berikutnya, dan harus segera diganti pada Pilpres 2019.

"Kriminalisasi terhadap aktivis hanyalah salah satu dari sederet kelemahan leadership Jokowi memimpin negeri ini," tutup Amir.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya