Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Harapan Seorang Naif

SENIN, 04 MARET 2019 | 08:51 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BERBAGAI pihak menertawakan saya sebagai seorang yang naif dalam meyakini bahwa pada dasarnya setiap insan manusia adalah baik, maka selalu yakin dalam mengharap setiap insan manusia pasti akan berbuat baik demi membangun peradaban umat manusia menjadi senantiasa lebih baik.

Fundamentalis

Bahkan ternyata saya fundamentalis, maka secara membabibutatuli fanatik berpegang teguh kepada kenaifan  untuk nekad berpikir positif padahal pada kenyataan sudah berulang kali terbukti bahwa manusia tidak sebaik yang saya harapkan.


Sejarah peradaban umat manusia telah membuktikan betapa manusia tidak sebaik seperti yang saya yakini mulai dari Bharatayudha sampai ke Perang Dunia I disusul Perang Dunia II dilanjutkan Perang Korea, Perang Vietnam, Tragedi G-30-S, Malapetaka Mei 1998, dan lain lain angkara murka sesama manusia membinasakan sesama manusia di Aceh, Maluku, Poso, Papua, Rwanda, Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, Myanmar dan entah mana lagi di berbagai pelosok marcapada ini.

Kegagalan
 
Saya juga naif dalam mengharapkan pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Vietnam akan membuahkan kesepakatan untuk berdamai demi menghentikan perseteruan Korut dan Amerika Serikat yang memecah belah bangsa Korea serta mengancam perdamaian di Asia yang secara langsung mengancam perdamaian di planet bumi yang cuma satu-satunya di alam semesta ini.

Kenaifan saya sudah terbukti mubazir dengan fakta tak terbantahkan bahwa pertemuan Kim dan Trump di Hanoi terbukti hanya berhasil dalam makan malam bersama di hotel termewah Vietnam tanpa membuahkan kesepakatan apa pun, kecuali kelanjutan sesumbar Donald Trump bahwa dirinya telah berjasa besar dalam menghadirkan perdamaian dunia.

Yang bersyukur alhamdullilah adalah para industriwan senjata dunia yang kuatir kehilangan pasar apabila Trump berhasil menjalin kesepakatan damai dengan Kim.

Indonesia juga layak bersyukur sebab apabila Korea Utara berdamai dengan Amerika Serikat dikuatirkan industri senjata akan sibuk mencari pasar baru demi memasarkan produk mereka. Bukan mustahil mereka memilih Indonesia menggantikan Korea.

Harapan

Mohon dimaafkan meski sudah berulang kali terbukti konyol, namun saya tetap nekad bersikap naif dalam meyakini bahwa manusia pada dasarnya baik demi mengharap Kim dan Trump kembali sudi menyelenggarakan pertemuan entah di mana lagi demi berupaya menjalin kesepakatan damai.

Juga saya tetap yakin bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa berbudi pekerti luhur maka saya tetap berharap bahwa sesama warga Indonesia berkenan berhenti saling benci, saling hujat, saling fitnah dan saling mengriminalkan sesama warga Indonesia, demi kembali bersatu padu menyelenggarakan pemilihan umum memilih presiden untuk masa bakti 2019-2024 dalam suasana tertib, aman, damai dan beradab. Merdeka!

Penulis adalah rakyat Indonesia yang mendambakan masyarakat adil dan makmur hidup bersama di negeri gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya