Berita

Maruf Amin/Net

Politik

Mein Kulturkampf

SENIN, 04 MARET 2019 | 06:48 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

KIAI Haji Said Aqil Sirod mengangkat "Kulturkampf" ke dimensi baru. Senjatanya kata "kafir".

Istilah Kulturkampf atau "culture war" berasal dari clash antara Chancellor Otto von Bismarck dan Sri Paus di Vatican city.

Culture War masuk vocabulary politik Amerika setelah James Davison Hunter menulis buku "Culture Wars: The Struggle to Define America".


Culture War artinya perang antara tradisionalist-konservatis melawan liberal-communist-atheis evil axis camps.

Pat Buchanan menyatakan culture war sebagai konflik perebutan kekuasaan atas definisi benar dan salah.

Di Amerika, culture war mempengaruhi peta Pilpres dan berotasi seputar masalah aborsi, gun laws, recreational drug use, Hak LGBT, imigrasi, separasi agama dan negara.

Di tahun 1992, Konservatis George HW Bush tumbang oleh Bill Clinton setelah Liberal-Democrat merangkul dan bersetubuh dengan Christian Coalition of America yang sanggup mendistorsi persepsi massa konservatis Christian.

Manuver istilah "kafir" kiai Haji Said Aqil Sirod disinyalir punya implikasi politik pilpres. Semakin jelas setelah Cawapres Maruf Amin ikut berkomentar setuju tidak menggunakan kata kafir untuk non-muslim.

Konsolidasi voters minoritas non-muslim tersolidifikasi dengan trik kata kafir. Cerdas. Jitu. Brilliant. Pintu masuk politik praktis dan ranah eksekutif semakin terbuka lebar bagi non-muslim seperti Ahok.

Persis seperti Bill Clinton menggerus suara Konservatis Christian dengan menggunakan tangan Christian Coalition of America sekaligus menyolidkan liberal-communistic camps.

Penulis merupakan kolumnis, aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak)

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya