Berita

Foto/RMOL

Politik

Rekat Indonesia: Aplikasi Quick Count Dan Real Count Relawan Prabowo-Sandi

MINGGU, 03 MARET 2019 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Untuk Mengawal dan mengawasi suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), para relawan dari berbagai elemen pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membentuk Relawan Kawal TPS Indonesia atau disingkat Rekat Indonesia. Relawan akan bekerja secara digital.

"Ini ada aplikasinya, namanya Rekat Indonesia. Buka di playstore di handphone. Hanya butuh waktu lima menit untuk menginstal, Anda sudah menjadi relawan Rekat Indonesia," ungkap Ketua Koordinator IT Rekat Indonesia Tanty Widanarni di Jakarta, Minggu (3/3).

Launching Aplikasi Rekat  Indonesia (RI) dihadiri Sandiaga Shalahudin Uno, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Neno Warisman, Adhyaksa Dault serta beberapa tokoh lainnya.


Tanty mengatakan Rekat Indonesia dibentuk dari gabungan sejumlah elemen dan organisasi besar pendukung Prabowo-Sandi guna memantau jalannya pilpres yang jujur, adil dan tanpa kecurangan.

"Para relawan kini tidak lagi bergantung pada singal karena telah memiliki sistim berbasis Native Mobile yang sekaligus juga memiliki tiga fungsi dasar yakni menggalang, mengawal penghitungan dan menjadi bukti digital yang valid," tegasnya.

Berbeda dengan aplikasi berbasis web yang bergantung pada server pihak lain, aplikasi Rekat Indonesia amat memudahkan relawan dari seluruh pelosok Indonesia dan luar negeri yang semula kesulitan mengirim data karena ketiadaan singal handphone di mana dia berada.

"Jika lembaga survei mampu memantau perhitungan secara quick count, aplikasi ini oleh para penggagas dan pembuat sistemnya juga mampu berfungsi sekaligus sebagai quick count dan real count," terangnya.

"Kenapa begitu? Karena Relawan yang tergabung di dalam Rekat Indonesia secara solid akan menempatkan masing-masing relawan sesuai dengan kemauan dan kemampuannya di TPS  yang berjumlah 809.500 di Indonesia. Begitu juga relawan di luar negeri," terangnya lagi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya