Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Kalau Poling Salah Perkiraan 3 Sampai 6 Kali Margin Of Errors, Pasti Bayaran Dan Tidak Ilmiah

MINGGU, 03 MARET 2019 | 11:50 WIB | LAPORAN:

Ekonom senior Rizal Ramli mencermati nyaris semua hasil survei Pilpres kini tidak lagi riil menggambarkan kondisi di masyarakat. Malah ada yang meleset jauh dengan 6x margin of error.

Perkiraan elektabilitas PDIP akan naik menjadi 35 persen setelah mengusung Jokowi, Rizal mencontohkan. Ternyata dua hasil lembaga survei dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan penurunan yang cukup signifikan hinggga 18 persen, khususnya dari pemilih kalangan muslim.

"Artinya kalau perkiraan 3-6 kali margin of error pasti bayaran dan tidak ilmiah," tegas Rizal, Minggu (3/3).


"Bayaran, artinya polling hanya alat kampanye, jangan dijadikan basis perkiraan," pinta Rizal.


Menurut Rizal, jika mengikuti kaidah survei yang benar sebetulnya pasti mendekati margin of error. Untuk pertanyaan sosial ekonomi, Rizal melihat umumnya masih wajar dan tidak terlalu manipulatif. Tapi jika menyangkut elektabilitas, kebanyakan lembaga survei dinilainya manipulatif.

"Termasuk survei Ahok pasti menang 2-3 persen, kenyataannya kalah 16 persen. Selisih 18-19 persen, delapan kali margin of error. Propaganda!" tegasnya.

Sebetulnya, masih kata Rizal, jika lembaga survei mau rajin bergaul dengan semua lingkungan baik atas, tengah maupun bawah tanpa terkecuali, dan pertanyaan yang diajukan secara random maka hasilnya pasti lebih akurat.

"Itulah yang sering kami lakukan, hasilnya mendekati kenyataan. Kami benar tahun 2009, PDIP 16 persen dan 2014 sekitar 18 persen. Dan Ahok pasti kalah karena core diehard-nya hanya 20 persen," ulas mantan menteri koordinator perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini.  

Dan sekalipun nanti pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Maruf bisa meraup 42 persen suara di Pilpres 2019, Rizal meyakini karena dukungan all out negara, aparat nyaris semua media mainstream dan taipan. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya