Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Bagi Nasdem, Kemenangan Jokowi Paling Penting

SABTU, 02 MARET 2019 | 22:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gelaran pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang digelar serentak dalam Pemilu 2019 membuat fokus partai-partai terbelah dua. Di satu sisi harus memenangkan calon presiden yang diusung, di sisi lain partai harus mampu lolos ambang batas parlemen 4 persen.

Hampir seluruh partai mementingkan perhelatan pileh ketimbang pilpres. Tapi bagi Partai Nasdem, kemenangan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menjadi yang paling penting. Walaupun di satu sisi, Nasdem berjuang total untuk memenuhi target minimal 100 kursi DPR.

“Kita berbeda. Kita katakan di Nasdem, justru capresnya lebih penting daripada calon legislatifnya," ucap Ketua Umum Nasdem Surya Paloh saat memberi pengarahan internal caleg DPRD Kabupaten Bungo dan Tebo, Jambi, Sabtu (2/3).


Surya menguraikan bahwa kemenangan pilpres lebih penting karena melihat sistem konstitusi yang dimiliki Indonesia, yakni bentuk sistem ketatanegaraan dengan sistem presidensial.

"Pemerintahan dengan sistem presidensial. Presiden sekaligus sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. Maka, seluruh persoalan kehidupan kebangsaan kita amat sangat bertumpu pada policy dan kebijakan atas putusan yang diambil oleh seorang kepala negara dan kepala pemerintahan," terangnya.

Surya menjelaskan bahwa Nasdem membutuhkan kepala negara yang sejalan dengan visi misi partai dalam upaya-upaya restorasi dan penguatan atas seluruh aspek kehidupan kebangsaan. Sehingga visi itu menjadi sebuah produk kebijakan yang diambil pemerintah.

“Kita percaya orang yang tepat untuk melaksanakan itu adalah Jokowi Ini alasan kenapa kita lebih mementingkan terpilihnya kembali Jokowi ketimbang eskalasi kenaikan kursi caleg," pungkasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya