Berita

Muhammad Al Khaththath (tengah)/RMOL

Politik

Sekjen FUI: Kok Idiot Boleh Milih?

SABTU, 02 MARET 2019 | 22:17 WIB | LAPORAN:

Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memperbolehkan penyandang tuna grahita atau orang keterbelakangan mental (idiot) memilki hak pilih dalam Pemilu 2019 dikritisi.

Dikhawatirkan ke depan aturan ini bisa berujung pada pembolehan orang dengan keterbelakangan mental mencalonkan diri sebagai calon presiden.

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath menilai, jika saat ini saja diberikan kesempatan untuk memilih, bukan tidak mungkin pada pemilu yang akan datang orang idiot juga akan mencalonkan diri.


"Kok idiot juga boleh memilih. Bagaimana kalau nanti boleh memilih, berarti kan boleh dipilih, kita calonkan caleg idiot. Caleg idiot, capres idiot, cawapres idiot, bagus juga, lama-lama negara kita ini idiot," ketusnya dalam diskusi bertajuk ‘Siapa Raja Bohong Pembuat Gaduh Indonesia?’ di Kantor Sekretariat Koppasandi, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (2/3).

Kemarin, Rabu (1/3) Al Khaththath dan kader FUI mendatangi Kantor KPU. Mereka mempertanyakan tentang orang gila yang dimasukkan dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Kepada Al Khaththath dan rekan-rekannya, Komisioner KPU menjelaskan bahwa yang masuk DPT bukanlah orang gila, melainkan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) atau tuna grahita alias idiot.

"Hari Rabu akan kembali lagi ke KPU tanpa masa tapi bawa data yang paling penting. Karena ternyata kayak kasus DPT orang gila, sebenarnya bukan orang gila. Ngga ada DPT orang gila itu, yang ada orang idiot. Kemarin belum kita permasalahkan," pungkasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya