Berita

Presiden Joko Widodo di Kendari/Net

Politik

Tidak Sebut Angka 2, Jokowi Kekanak-kanakan

SABTU, 02 MARET 2019 | 15:39 WIB | LAPORAN:

Sikap Capres petahana, Joko Widodo yang tidak menyebut angka 2 saat memberi aba-aba acara jalan sehat di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan buah dari ketakutan yang kekanak-kanakan.

Bagi Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi, jika pengucapan Jokowi dilakukan dengan sengaja, maka itu merupakan perbuatan yang kekanak-kanakan.

"Jika ini sebuah kesengajaan yang dilakukan oleh Jokowi, maka ini adalah sikap kekanak-kanakan. Semua hal dikaitkan kepada pilpres. Sikap seperti ini tak pantas ditunjukan oleh seorang presiden yang memimpin 250 juta lebih rakyatnya," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/3).


Sikap tersebut, kata Firman, juga menunjukkan bahwa Jokowi tidak bisa menjadi seorang tokoh pemersatu bagi bangsa ini.

"Padahal situasi sekarang ini yang dibutuhkan adalah seorang figur yang dapat menjadi pemersatu, terutama pasca perhelatan pemilu," urainya.

Bukan hanya itu, jika memang sengaja tidak menyebut angka 2, besar kemungkinan Jokowi memiliki ketakutan luar biasa dalam menghadapi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Ya. Jokowi sadar dia sangat sulit sekali untuk bisa menang. Maka cara-cara tak masuk akalpun kerap kali kita saksikan," pungkasnya.

Pada pagi ini, Jokowi mengikuti acara jalan santai di Kendari. Dia berkesempatan melepas ribuan peserta jalan kaki. Saat memberi aba-aba lewat hitungan mundur dari angka lima, Jokowi melompati angka dua.

"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat ini kita mulai. Lima, empat, tiga, satu!" teriak Jokowi sambil mengangkat bendera tanda peserta dilepas.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya