Berita

Ilham Bintang/Dok

Publika

Kisah Sangkar Burung Yang Bergelantungan Di Sydney

JUMAT, 01 MARET 2019 | 17:52 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

DI salah satu sudut CBD (Central Business District) Sydney ada satu tempat yang menarik perhatian wisatawan. Tempat ini relatif baru. Diresmikan tahun 2012. Lokasinya teduh sepanjang hari. Diuntungkan oleh posisinya diapit gedung- gedung pencakar langit di kawasan Angel Place Street.

Luas areanya, hanya seluas 300 m2. Lebar 4 meter dan panjang 75 meter. Open air. Di atas area itulah bergelantungan puluhan sangkar burung menghias "langitnya". Di bawahnya, berjajar meja resto tempat bersantap siang dan malam bagi wisatawan.

Jangan khawatir kotoran burung. Yang digantung memang hanya sangkar. Tanpa burung. Itulah instalasi seni sangkar burung kosong berjudul "Forgotten Songs" rancangan Michael Thomas Hill.


Namun ketika berdiri di bawah sangkar burung, kita dapat mendengar suara burung-burung yang pernah menghuni Sydney sebelum kota terbentuk seperti sekarang ini. Saat siang menjadi malam, suara burung pun berubah.

Sebagian besar pengunjung Sydney mungkin tidak menyadari ada sangkar burung kosong yang menggantung di atas Angel Place ketika mereka berjalan menyusuri George Street atau Pitt Street di antara Circular Quay dan area perbelanjaan yang paling sibuk di Sydney.

Saya pun ketemunya tak sengaja. Selagi menunggu isteri belanja, saya tertarik sebuah layar televisi yang dipasang di tengah taman. Ada tulisan "minta" disentuh di layar itu. Maka jari saya pun menyentuh. Ada banyak pilihan. Saya tertarik melihat foto. Enam kali geser, tampak puluhan sangkar burung bergelantungan tak beraturan. Judulnya: Angel Place. Lokasi 390 meter. Bisa ditempuh 4 menit jalan kaki. Tapi waktu salat Jumat (1/3) hampir tiba. Saya putuskan pergi Jumatan dulu. Jaraknya mesjid sekitar 10 menit jalan kaki. Habis Jumatan langsung balik ke lokasi. Di sanalah kami kami habiskan siang menikmati keindahan instalasi sangkar burung sambil bersantap siang.

Deskripsi Karya Seni

Ini penjelasan Michael  Thomas Hill soal instalasi itu.

Hubungan antara masa lalu dan masa kini, besar dan kecil, pemangsa dan mangsa, "Forgotten Songs" melibatkan khalayak dengan keindahan, keanehan, dan ketidakbiasaan dari suara burung-burung yang terlantar ini.

Instalasi itu mengeksplorasi bagaimana fauna Sydney telah berevolusi dan beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan urbanisasi yang meningkat - mengundang kontemplasi masa lalu kota, lanskap yang mendasarinya, dan masalah keberlanjutan yang terkait dengan peningkatan pembangunan perkotaan" tulisnya di tahun 2009.

Waktu itu ia pertama kali memperkenalkan instalasi sangkar burung tersebut. Karena menyita perhatian masyarakat, dan menjadi salah satu obyek wisata, maka tahun 2012 instalasi diresmikan secara permanen. Menjadi salah satu ikon Sydney saat ini.

"Forgotten Songs" diciptakan Michael untuk mengenang suara-suara dari lima puluh burung yang pernah terdengar di jantung Kota Sydney. Sebelum mereka secara bertahap dipaksa keluar oleh pemukiman Eropa. Suara-suara burung, yang terdengar dari kanopi sangkar burung di atas Angel Place, berubah saat siang berganti malam. Pada siang hari burung menghilang bersama matahari, dan nyanyian burung nokturnal, yang mendiami daerah tersebut, terdengar hingga malam hari.

129 Spesies Burung Punah

Menurut catatan resmi web Australian Museum/Birds Australia, Birds in Backyards, saat ini terdapat 129 spesies burung asli New South Wales yang secara resmi terdaftar punah atau terancam punah.

Rekaman suara burung yang kita dengar dari "Forgotten Songs" berasal dari spesies burung yang bernyanyi di pusat Sydney. Beberapa burung ini masih dapat terdengar di pinggiran kota. Di sana mereka menemukan makanan dan tempat bersarang di vegetasi asli yang lebat, sementara yang lain telah pindah lebih jauh.

Burung-burung lebih besar seperti ibis putih dan kakatua jambul belerang, serta spesies burung pengantar seperti merpati dan burung nuri, semuanya tumbuh subur di kota. Suara mereka adalah yang paling sering didengar di kota saat ini, ketika kita mendengar suara selain suara lalu lintas.

Suara Panggilan Burung


Pada siang hari dalam Forgotten Songs, kita dapat mendengar suara panggilan dari Eastern Whipbird, Rockwarbler, Regent Honeyeater, Grey Shrike-thrush, Fan-tailed Cuckoo, Spotted Pardalote, Brown Gerygone, Jacky Winter, Scarlet Robin, Golden Whistler, Leaden Flycatcher, Dollarbird, White-eared Honeyeater, Superb Lyrebird, Brown Thornbill, Varied Sittella, Brush Cuckoo, Dusky Woodswallow, Eastern Spinebill, White-throated Treecreeper, Little Lorikeet, Mistletoebird, Pallid Cuckoo, Red-browed Finch, Rufous Whistler, Brown-headed Honeyeater, Scarlet Honeyeater, Eastern Yellow Robin, Shining Bronze-Cuckoo, Southern Emu-wren, Spotted Quail-thrush, Striated Thornbill, Superb Fairy-wren, Tawny-crowned Honeyeater, Grey Fantail, Variegated Fairy-wren, Whistling Kite, White-browed Scrubwren, White-browed Woodswallow, White-naped Honeyeater, White- throated Gerygone, Wonga Pigeon, Yellow-faced Honeyeater and Yellow- tufted Honeyeater.

Pada malam hari suara burung yang terdengar: Australian Owlet-nightjar, Powerful Owl, Southern Boobook, Barn Owl, Tawny Frogmouth and White-throated Nightjar. ***

Penulis adalah wartawan senior.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya