Berita

Hamza bin Laden/AFP

Dunia

AS Tawarkan 1 Juta Dolar AS Untuk Informasi Soal Putra Osama Bin Laden

JUMAT, 01 MARET 2019 | 11:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menawarkan hadiah 1 juta dolar AS untuk informasi tentang putra mantan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yakni Hamza bin Laden.
 
Amerika Serikat menganggap Hamza sebagai pemimpin yang muncul dari jaringan ekstremis.
 
Lokasi Hamza yang kadang-kadang dijuluki "putra mahkota jihad," telah menjadi spekulasi selama bertahun-tahun. Ada laporan yang menyebut dia berada di Pakistan, ada juga menyebut dia berada di Afghanistan dan ada juga yang menyebut dia berada di tahanan rumah di Iran.
 

 
"Hamza bin Laden adalah putra mantan pemimpin AQ almarhum Osama bin Laden dan muncul sebagai pemimpin dalam jaringan AQ," kata pernyataan Departemen Luar Negeri, merujuk pada Al-Qaeda (Kamis, 28/2).
 
Departemen Luar Negeri mengatakan akan menawarkan 1 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah ke lokasinya di negara mana pun.
 
Hamza, yang menurut Amerika Serikat berusia sekitar 30 tahun, telah mengancam serangan terhadap Amerika Serikat untuk membalas pembunuhan ayahnya tahun 2011, yang tinggal bersembunyi di kota garnisun Pakistan, Abbottabad, oleh pasukan khusus Amerika Serikat.
 
Badan-badan intelijen Amerika Serikat semakin melihat Hamza sebagai penerus ayahnya untuk mantel ekstremisme global.
 
AFP memuat, pada tahun 2015, Hamza merilis pesan audio yang mendesak militan di Suriah untuk bersatu, mengklaim bahwa pertempuran di negara yang dilanda perang membuka jalan untuk membebaskan Palestina.
 
Kemudian sebuah pesan setahun kemudian, mengikuti jejak ayahnya, dia mendesak penggulingan kepemimpinan di Arab Saudi. Diketahui bahwa tiga istri Osama bin Laden yang masih hidup dan anak-anaknya dengan diam-diam diizinkan untuk kembali ke Arab Saudi setelah pembunuhannya.
 
Tapi keberadaan Hamza adalah masalah perselisihan. Dia diyakini telah menghabiskan bertahun-tahun bersama ibu kandungnya di Iran.
 
Para pengamat mengatakan bahwa rezim ulama di Teheran menahannya di bawah tahanan rumah sebagai cara untuk mempertahankan tekanan pada saingan Arab Saudi serta pada Al-Qaeda, menghalangi militan Sunni dari menyerang Iran.
 
Namun salah satu saudara tiri Hamza mengatakan kepada The Guardian tahun lalu bahwa keberadaan Hamza tidak diketahui tetapi ia mungkin berada di Afghanistan.
 
Dia juga mengatakan bahwa Hamza menikahi putri Mohammed Atta, pembajak utama dalam serangan Al-Qaeda 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menewaskan sekitar 3.000 orang dan memicu intervensi Amerika Serikat di Afghanistan. **

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya