Berita

Husendro/Net

Publika

Fenomena Dan Noumena

JUMAT, 01 MARET 2019 | 10:14 WIB

SETIAP perangkat adalah baik dan cocok untuk tujuan-tujuan tertentu, namun mungkin tidak baik dan tidak cocok untuk tujuan lain.

Jadi, hakikat perangkat itu sendiri sudah mengandung pembatasan terhadap apa yang dapat dilakukannya.

Kita tidak dapat memotret dengan sendok, atau membuat kecap dengan mesin mobil.


Sebuah kamera analog bisa menghasilkan potret suatu peristiwa, namun tidak bisa merekam suara dalam kejadian itu. Sebaliknya, suatu tape recorder dapat merekam suara, namun tidak untuk gambar.

Bila ada sesuatu yang tidak dapat dipotret ataupun direkam, misalkan suatu gas yang tidak berwarna dan tidak bergerak, tidak berarti bahwa gas itu tidak ada.

Gas itu ada, namun keberadaannya tidak dapat kita pantau.

Jika kita memiliki alat lain mendeteksinya, kita tetap tidak akan pernah tau bahwa gas itu ada.

Demikian pula halnya dengan perangkat tubuh kita yang juga suatu perangkat yang masing-masing memiliki fungsi yang spesifik.

Oleh karena itu, hal-hal lain mungkin saja ada, tetapi dalam hal ini tidak dapat kita tangkap, tidak dapat kita ketahui karena berada di luar jangkauan kemampuan perangkat tubuh kita sebagai manusia.

Jadi, ada dunia benda-benda sebagaimana yang tampak di hadapan kita, yang oleh Immanuel Kant disebut dunia Fenomena. Inilah dunia yang dapat kita ketahui, dengan catatan bahwa pengetahuan di sini selalu bersifat subjektif, yakni bergantung pada sang subyek.

Di sisi lain, ada dunia benda-benda sebagaimana adanya dalam diri mereka sendiri, yang oleh Kant disebut sebagai dunia Noumena, yang cara keberadaannya berbeda dengan keberadaan hal-hal yang kita kenali, yang disebut juga transendental, yakni bahwa hal ini ada, namun tidak dapat dikenali dalam pengalaman kita.

Gagasan yang diuraikan tadi akan lebih mudah dimengerti dalam konteks agama. Para penganut agama umumnya percaya bahwa dunia dalam ruang dan waktu ini bukanlan keseluruhan realitas.

Mereka percaya akan adanya realitas lain yang tidak bersifat material, yang berada di luar dimensi ruang dan waktu, namun manusia hanya mampu mengalami dunia tingkat yang pertama saja. 

Yang dilakukan Kant adalah menjelaskan pandangan tentang keseluruhan realitas itu dengan argumen filosofis dan rasional, tanpa mengandaikan adanya suatu Tuhan atau roh atau apapun yang berkaitan dengan iman.

Dengan demikian, orang yang tidak religius, yang tidak percaya Tuhan atau roh, dapat memandang ada alasan yang baik untuk mempercayainya, sebagaimana ungkapan yang disampaikan Kant "Penting meyakinkan orang akan keberadaan Tuhan, namun tidak terlalu penting untuk menunjukkan buktinya. [***]


Husendro Advokat
Twitter: @husendro

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya