Berita

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah/RMOL

Hukum

Sempat Mangkir, Dua Saksi Untuk Samin Tan Dicegah Ke Luar Negeri

RABU, 27 FEBRUARI 2019 | 22:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi meminta pihak imigrasi untuk mencegah dua orang saksi kasus suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, dua saksi yang dicegah tersebut yakni Fitrawan Tjandra alias Oscar dari pihak swasta dan Vera Likin selaku pegawai PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

"KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri terhadap Fitrawan Tjandra dan Vera Likin selama enam bulan ke depan terhitung sejak 4 Februari 2019," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/2).


Menurut Febri, dua saksi tersebut telah diperiksa oleh penyidik untuk pendalaman kasus lebih lanjut. Sebab, keduanya sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 22 Februari lalu.

"Hari ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang sebelumnya pada tanggal 22 Februari 2019 tidak datang memenuhi panggilan KPK," katanya.

"Dua saksi itu didalami informasi terkait dengan dugaan aliran dana antara tersangka dan Eni M. Saragih, anggota DPR RI untuk kepentingan pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM," papar Febri.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan Samin Tan sebagai tersangka pada Jumat (15/2). Samin Tan yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia juga pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal diduga memberikan suap Rp 5 miliar kepada Eni Maulani Saragih yang ketika itu menjabat wakil ketua Komisi VII DPR.

Kasus itu juga merupakan pengembangan skandal suap PLTU Riau-1.

Atas perbuatannya, Samin Tan dijerat pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi junto pasal 64 ayat 1 KUHP. ***

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya