Berita

KCR-60/Net

Pertahanan

Kali Ini, TNI AL Akan Peroleh Dua KCR-60 Dalam Kondisi Lengkap

RABU, 27 FEBRUARI 2019 | 17:33 WIB | LAPORAN: A KARYANTO KARSONO

. TNI AL tak lama lagi akan menambah dua unit kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal 60 meter (KRC-60). Kontrak pemesanan ke-5 dan ke-6 kapal produksi PT.PAL (Persero) sudah ditandatangani Kementerian Pertahanan RI bersama PT PAL (Persero).

Dari aspek kelengkapan, kontrak KCR-60 kali ini terbilang lengkap. Tak hanya mencakup pengadaan kapal, namun lengkap dengan sistem sensor, manajemen tempur dan persenjataan. Biasa dikenal dengan istilah SEWACO (Sensor, Weapon and Combat System). Pesanan sebelumnya pembelian dilakukan secara parsial. Kapalnya dulu dibeli, baru kemudian membeli SEWACO untuk diintegrasikan.

Memang, untuk jangka pendek, pembelian model “cicilan” terkesan murah alias ramah anggaran. Hanya saja, jika dihitung secara total dan ditinjau dari efektivitas biaya (cost effectiveness), bisa lebih mahal.


Sebut saja satu aspek, misalkan tahapan integrasi sistem manajemen tempur dan persenjataan. Jika dilakukan setelah kapal dibeli, berarti kapal harus masuk dok lagi, dan setelah pemasangan semua selesai, kembali menjalani uji laut.

Jika pemasangan SEWACO dilakukan bersamaan dengan penyelesaian kapal, maka tahapan uji laut bisa dilakukan sekaligus. Untuk itulah langkah berani pemesanan KCR-60 secara lengkap patut diapresiasi.

Pembelian kapal perang tipe kecil ini merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012. Sejalan pula dengan pemenuhan Minimum Essential Forces (MEF) TNI pada umumnya, dan TNI AL khususnya.

Pembangunan KRC-60 ke5 dan ke-6, selain melibatkan pemasok dalam negeri seperti Krakatau Steel untuk material lambung kapal, juga masih melibatkan pihak luar negeri. Tak tanggung-tanggung, PT PAL melibatkan vendor luar negeri kelas berat. Sebut saja Bofors (Swedia), MBDA (Perancis) dan Terma A/S (Denmark).

Meskipun tak disebutkan jenis senjata atau sensor apa yang dibenamkan pada KCR-60 unit ke-5 dan ke-6 ini, namun bisa diperkirakan, untuk meriam utama, kemungkinan masih mengadopsi Bofors kaliber 40 mm, meski tak menutup kemungkinan “upgrade” memakai kaliber 57 mm. Sementara untuk sensor, kemungkinan memakai turunan seri SCANTER buatan Terma A/S yang memiliki produk khusus untuk kapal kombatan ukuran kecil.

Lantas rudal apa yang akan diusung KRC-60 kali ini? Masih belum terungkap. Unit-unit sebelumnya dilengkapi rudal anti kapal C-705 buatan China, tak menutup kemungkinan dipakainya rudal anti kapal jenis lain.

Melihat adanya keterlibatan vendor MBDA Perancis, sangat dimungkinkan rudal anti kapal Exocet yang dikenal andal akan dibopong KRC-60.

Secara teknis, kemampuan operasional KCR-60 unit ke-5 dan ke-6 ditengarai tak jauh beda dengan unit-unit sebelumnya. Kecepatan maksimum berkisar 28 knots, dengan endurance selama 28 hari (pada kecepatan jelajah 20 knots). Selain meriam utama, KCR-60 juga bisa dibekali kanon 20 mm dan tentunya rudal anti kapal (2 sampai 4 unit).**

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya