Berita

Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman/RMOL

Politik

BPN Siap Beri Bantuan Hukum Kepada Tiga Ibu Di Karawang

SELASA, 26 FEBRUARI 2019 | 18:16 WIB | LAPORAN:

. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan memberikan bantuan hukum kepada tiga ibu di Karawang yang diduga melakukan kampanye hitam terhadap Calon Presiden petahana Joko Widodo.

Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman menegaskan, sekalipun tiga orang ibu itu bukan bagian dari BPN, BPD atau kader partai pendukung, pihaknya tetap akan memberikan bantuan hukum.

"Kalau toh mereka bukan dalam struktur BPN, bukan strultur BPD, bukan relawan tetapi emak-emak ini pendukung Prabowo dan Sandi kami tetap memberikan bantuan hukum," tegasnya di sela-sela diskusi "Rezim Jokowi Menebar Hoax dan Kebohongan?" di kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/2).


Pernyataan itu dibuktikan dengan telah mengirimkan tim ke Karawang dan Jawa Barat untuk melakukan koordinasi langsung dengan korban.

"Kita berupaya menemui tiga orang tersebut namun tidak berhasil. Tidak berhasil sampai pagi sekitar jam 4 atau jam 5 tim akhirnya balik kanan ke Jakarta. Informasi yang kami dapat dari pihak yang mengaku keluarga bahwa itu belum menerima penangkapan per tadi malam, sehingga kita lihat hari ini," ujar Habiburokhman.

Tiga orang ibu di Karawang, Jawa Barat dikabarkan ditangkap polisi. Penangkapan itu menyusul viralnya video ibu-ibu iyu mengampanyekan anti-Jokowi di media sosial. Pengunggah video kampanye hitam itu yakni akun @citrawida5 beserta dua orang ibu-ibu dalam video dimaksud telah ditangkap oleh Polres Karawang. Ketiganya langsung digelandang ke Mapolda Jawa Barat untuk pemeriksaan lanjut. **

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya