Berita

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat/Net

Politik

Ketum PPP: Prabowo Subianto Konsekuen Dengan Omongan Debat Kedua

Jokowi Harus Buat Perangkat Hukum Yang Tidak Diskriminatif
SELASA, 26 FEBRUARI 2019 | 11:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kesediaan Calon Presiden 02 Prabowo Subianto terkait pengembalian konsesi hak guna usaha (HGU) lahan negara dengan syarat pemerintah terlebih dahulu membuat perangkat hukum sudah sangat tepat.

"Seharusnya memang begitu aturan main yang benar," kata Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat, Rabu (26/2).

Jika negara membutuhkan, Prabowo telah menyatakan bersedia mengembalikan kepemilikan lahan HGU 340 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.


Seolah menanggapi Prabowo, Presiden Joko Widodo yang juga menjadi rivalnya, menunggu penerima konsesi lahan dalam skala besar untuk mengembalikan ke negara, selanjutnya dibagikan kepada rakyat.

Tidak mau kalah, Badan Pemenangan Prabowo (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan, Prabowo siap mengembalikan kepemilikan lahan HGU-nya tersebut. Dengan syarat, Jokowi terlebih dahulu membuat perangkat hukumnya.

Menurut Humphrey Djemat, Prabowo konsekuen dengan omongannya saat debat kedua Pilpres yang menyatakan bahwa kalau memang negara membutuhkan lahan tersebut dia bersedia memberikannya.

Sekarang Prabowo yang berinisiatif mempersilakan negara mengambil lahan HGU-nya karena pada hakikatnya HGU itu milik negara dan bisa setiap saat diminta kembali.

Namun, jelas Humphrey, pemerintah tentu tidak bisa seenaknya mengambil begitu saja karena ini adalah negara hukum.

Jokowi yang masih menjabat Presiden harus membuat perangkat hukum yang jelas. Dimana perangkat hukum tersebut berlaku secara umum dan tidak bersifat diskriminatif, serta bertujuan jelas untuk apa lahan-lahan tersebut diambil negara yang tentu bagi kepentingan masyarakat banyak dan bersifat sosial, sehingga membawa kemakmuran bersama.

"Ingat, kita ini bukan negara komunis yang bisa seenaknya mengambil sesuatu hak kalau negara tersebut menghendakinya dengan alasan apapun. Hak individual di negara kita secara hukum tetap dihormati walaupun kepentingan masyarakat banyak juga diperhatikan," tuturnya.

Terkait komitmen Prabowo mengembalikan kepemilikan lahan HGU ratusan ribu hektare di Kaltim dan Aceh Tengah, Humphrey tidak sedikit pun meragukannya.

"Prabowo Subianto setahu saya tidak pernah tidak serius dalam sikap dan tindakannya. Semuanya itu bersumber dari sifat dan karakternya sebagai seorang kesatria," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya