Berita

Nasaruddin Umar/Net

Etika Politik Dalam Al-Qur'an (28)

Zuhud Politik

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 | 08:30 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

HAI orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil den­gan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (Q.S. al-Hujrat/49:11).

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan jan­ganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu meng­gunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertak­walah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Q.S. al-Hujrat/49:11)

Kedua ayat di atas mengesankan kekuatan kezuhudan politik di dalam Islam. Banyak daerah terlarang yang harus dihindari jika seseorang akan terjun di dalam dunia politik. Zuhud sesungguhnya berarti berpalingnya jiwa dari dari dunia tanpa beban. Zuhud berarti mengosongkan hati dari cinta kepada dunia dan semua keindahannya, serta mengisinya dengan cinta kepada Allahndan makrifah kepada-Nya. Zuhud politik bisa diartikan menghilangkan be­ban jiwa dan pikiran berbagai target politik dan mengisinya dengan kesadaran spiritual yang lebih mendalam. Ini tidak berarti harus menjauhi dunia politik tetapi menghindarkan diri untuk terpukau kepada daya tarik politik sehingga tidak menyisahkan ruang dan energi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.


Kepuasan politik adalah fenomena sesaat, ketika diri kita masih memiliki potensi untuk diperhitungkan orang lain, namun yang harus disadari bahwa perjalanan umur tetap berjalan dan semakin dekat kita kepada kematian. Kita diminta untuk mempersiapkan bekal untuk menjalani kehidupan abadi di akhirat. Tanpa persiapan yang memadai pasti akan berakhir dengan penyesalan berat. Oleh karena itu, kita perlu menyusun program hidup dengan tetap memelihara keseimbangan untuk ke­pentingan kehidupan duniawi pada satu sisi dan untuk kepentingan kehidupan di akhirat pada sisi lain.

Sehubungan dengan ini, sebuah hadis diriwayatkan dari Sahal ibn Sa'ad al-Saidi, bahwa datang seorang sahabat bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu pekerjaan yang apabila aku mengerjakannya maka Allah dan manusia akan mencintaiku". Rasulullah menjawab: "Berzuhudlah engkau terhadap dunia niscaya Allah mencintaimu. Dan Berzuhudlah engkau terhadap apa-apa yang ada pada manusia niscaya mereka mencin­taimu". (H.R.Ibnu Majah). Al-Qur'an juga mem­peringatkan: "Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai meni­pu, memperdayakan kamu tentang Allah". (Q.S. al-Fathir/35:5). "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui". (Q.S. al-'Ankabut/29:64). "Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun". (Q.S. al-Nisa'/4:77). 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya