Berita

Okinawa/Net

Dunia

Warga Okinawa Bersiap Gelar Referendum Soal Pangkalan Militer AS

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Okinawa akan memberikan suara mereka dalam referendum lokal besok (Minggu, 24/2) atas pembangunan Pangkalan Korps Marinir AS di Henoko.
 
Rencana ini telah menjadi pusat kontroversi sejak diumumkan pada tahun 1996 lalu.
 
Prefektur Okinawa, yang terdiri dari pulau-pulau paling selatan Jepang yang membentuk hanya 0,6 persen dari wilayah Jepang, diketahui saat ini menampung lebih dari 74 persen pangkalan militer Amerika Serikat di negara itu.
 

 
Pembangunan pangkalan baru itu datang sebagai bagian dari janji pemerintah Jepang untuk memindahkan pangkalan udara militer Amerika Serikat di Futenma, daerah pemukiman padat penduduk, ke desa Henoko yang berpenduduk kurang padat.
 
Tetapi rencana relokasi pemerintah telah menghadapi oposisi lama dari penduduk Okinawa, yang mengatakan pembangunan tersebut akan menghancurkan kehidupan laut di teluk Henoko yang kaya karang.
 
Selain itu, para penduduk berpendapat bahwa rencana tersebut bertentangan dengan tujuan pemerintah yang dimaksudkan untuk meringankan beban pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, termasuk polusi suara dari pesawat militer dan serangkaian kecelakaan dan serangan seksual terhadap penduduk lokal oleh personil militer Amerika Serikat.
 
"Kami dipaksa untuk memilih antara Futenma dan Henoko, tanpa opsi untuk mengatakan kami tidak ingin pangkalan militer," kata salah seorang warga, Yukiko Chinen seperti dimuat Al Jazeera.
 
Referendum itu sendiri tidak mengikat. Namun para pendukungnya percaya bahwa pemilihan prefektur dapat menambah tekanan pada pemerintah Jepang untuk menghentikan proyek multi-miliar dolar tersebut. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya