Berita

Global

Ayah Pejuang ISIS Gugat Pemerintah

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 15:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ayah dari gadis Alabama yang bergabung dengan kelompok militan ISIS menuntut pemerintah Donald Trump karena mencegah putrinya kembali ke rumah.
 
Dia adalah Ahmed Ali Muthana, ayah dari Hoda Muthana, gadis yang pada usia 19 tahun memilih untuk bergabung dengan ISIS. Ahmed mengajukan gugatan pada hari Kamis (21/2) di pengadilan federal di Washington, DC.
 
Dia menilai langkah pemerintahan Trump untuk mencabut kewarganegaraan putrinya dan melarangnya pulang adalah upaya melanggar hukum.
 

 
Hoda Muthana, yang berasal dari Hoover, Alabama, melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS lima tahun lalu. Namun kini, di mengatakan dia menyesali apa yang dia lakukan dan ingin kembali ke Amerika Serikat.
 
Menanggapi hal tersebut, Trump pada Rabu (20/2) mengatakan bahwa dia mengarahkan Sekretaris Negara Mike Pompeo untuk tidak membiarkan Muthana kembali ke negara itu.
 
Pompeo menyatakan pada hari yang sama, dalam sebuah pernyataan, bahwa Muthana adalah bukan warga negara Amerika Serikat dan tidak akan diterima ke Amerika Serikat.
 
"Dia tidak memiliki dasar hukum, tidak ada paspor AS yang valid, tidak ada hak untuk paspor, maupun visa apa pun untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat," kata Pompeo.
 
Dikabarkan CNN, gugatan yang diajukan oleh ayahnya mencari ganti rugi karena langkah pemerintah dinilai tidak konstitusional.
 
Gugatan diajukan terhadap Trump, Pompeo dan Jaksa Agung William Barr. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya