Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Menkes Malaysia: 70 Persen Bayi Diberi ASI Eksklusif Tahun 2025

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 22:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Kesehatan Malaysia menetapkan target untuk meningkatkan persentase bayi yang disusui secara eksklusif hingga 70 persen pada tahun 2025 mendatang.
 
Menurut Direktur Kesehatan Malaysia, Zaini Hussin pada hari Rabu (20/2), data kementerian saat ini menunjukkan bahwa 47,1 persen bayi, atau bayi di bawah enam bulan, secara eksklusif disusui.
 
Dia menekankan bahwa beberapa upaya harus dilakukan untuk mencapai target dalam enam tahun ke depan, termasuk bekerja sama dengan School of Medical Sciences (USM) Malaysia dan World Alliance of Breastfeeding Action untuk menciptakan kesadaran tentang praktik menyusui.
 

 
"Kita perlu mengintensifkan peran yang dimainkan oleh berbagai pihak, tidak hanya ibu, tetapi juga ayah dan masyarakat," kata Zaini seperti dimuat Bernama.
 
"Seperti yang kita ketahui, ASI adalah yang terbaik untuk perkembangan bayi," tambahnya.
 
Dia menambahkan bahwa di antara faktor-faktor yang berkontribusi terhadap lebih sedikit wanita menyusui adalah karier mereka.
 
Namun, dia juga menunjukkan bahwa banyak tempat kerja dim Malaysia ini sekarang menyediakan fasilitas yang memadai untuk membuatnya kondusif bagi ibu menyusui.
 
"Jadi karier seharusnya tidak lagi menjadi alasan untuk tidak menyusui anak, karena ASI bukan hanya tentang makanan tetapi itu adalah yang terbaik untuk perkembangan positif anak," tutupnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya