Berita

KRT Darori Wonodipuro/Net

Politik

Gerindra: Prabowo Telah Cegah Lahannya Di Kaltim Dijadikan Pangkalan AS

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ramai di media sosial, pengacara kawakan Hotman Paris angkat bicara soal sejarah calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memiliki lahan lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur (Kaltim).

Soal lahan ratusan ribu hektar milik Prabowo itu sempat disinggung petahana Jokowi dalam segmen ketiga debat Pilpres pada Minggu malam (17/2) lalu.

Menurut Hotman, berawal rencana Amerika menjadikan suatu wilayah di Pulau Kalimantan sebagai pangkalan militer milik mereka. Soeharto yang presiden ketika itu keberatan. Lantas dibuatlah skenario agar niatan Amerika gagal.


Kemudian Soeharto memanggil pengusaha kayu Bob Hasan agar membangun pabrik kertas di sana.

Bob Hasan sebagai pebisnis ulung menolak dengan alasan tidak ada untungnya. Tapi setelah dibujuk akhirnya Bob Hasan pun bersedia.

Skenario itu membuat marah Amerika. Soeharto digoyang dari kekuasaan dan tersungkur. Perusahaan milik Bob Hasan tersebut pailit dan ditawar dengan harga mahal oleh JP Morgan dari Amerika. Namun, Bob Hasan tidak mau melepas. Belakangan beralih ke tangan Prabowo.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra, KRT Darori Wonodipuro dikonfirmasi mengaku sudah beberapa kali mengunjungi lahan milik Prabowo di Kaltim.

“Ya benar itu jadi Pak Prabowo niatnya agar lahan itu dijadikan pangkalan militer Amerika. Akhirnya dulu benar Pak Prabowo suruh beli lahan itu," ujar Darori kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/2).

Hingga detik ini Prabowo masih mempertahankan lahan miliknya tersebut.

"Ini orang pribumi punya lahan malah diributin. Daripada lahan itu jatuh ke asing. Itu kan Pak Prabowo juga sudah jelaskan itu,” tandasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya